Turnamen lokal tersebut diikuti sebanyak 8 tim voli putra/putri, dimana setiap perwakilan RT mengirimkan wakil mereka. Turnamen ini sudah dimulai sejak 24 Juni lalu dan akan berakhir pada Sabtu (1/7) bertepatan dengan hari HUT Bhayangkara.
"Kiranya dari setiap potongan daging yang dibagikan nanti dapat bermanfaat dan terdistribusi sesuai peruntukkannya, hingga toleransi antar umat beragama bisa terus terjalin dan terjaga demi keutuhan bangsa ini," ujar Deni, Selasa (27/6).
Dalam kesempatannya, Wakapolda Papua mengatakan bahwa dalam menjadi Anggota Polri, hal yang perlu dipedomani yaitu Tribrata dan Catur Prasetya, jadikanlah hal tersebut menjadi pegangan kemanupun bertugas sebagai Insan Polri maka setiap langkah yang kau lakukan akan menjadi anggota Polri yang baik dan benar.
Turnamen ini diikuti oleh 12 klub putra dan 8 klub putri. Untuk kategori putra, tim Putra Samara Polda Papua sukses menjadi kampiun. Untuk kategori putri dimenangkan oleh tim putri Yuso Kota Jayapura.
“Anggota Polri harus lebih peka dan memonitor perkembangan situasi kamtibmas agar tetap kondusif, khususnya di wilayah Papua,” kata Ramdani, Senin (5/6).
Kepolisian Resort Kepulauan Yapen saat ini tengah menyelidiki kasus pembakaran alat berat excavator yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di Kampung Woda Distrik Raimbawi Kabupaten Kepulauan Yapen, Senin (29/5).
Pastor Stasi Gereja Hati Kudus Yesus Koya Barat, RD Yohanes Jonga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan Polda Papua yang telah berkenan memberikan perhatian kepada umat Katolik di tanah Papua, terlebih khusus di Gereja Stasi Hati Kudus Yesus Koya Barat.
Kali ini KKB mencoba mengganggu kembali keamanan dengan melakukan serangan ke aparat keamanan saat patroli di Daerah rawan KKB yakni di Kompleks Nogolait, Distrik Kenyam Kabupaten Nduga, Papua Tengah, Jumat (26/5).
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon tak menampik bahwa hingga kini angka kecelakaan lalu lintas yang berujung korban tewas jumlahnya tak sedikit.
Upaya penegakan hukum inilah yang dilakukan dengan tegas. ”Jika ada yang kami amankan dan terlibat maka langsung kami proses. Tak ada toleransi disitu. Untuk pelaku yang terlibat kami konsisten dengan semua tindakan yang dilakukan karena semua tercatat dengan baik dan siapa yang bertanggungjawab,” kata Charles Go melalui ponselnya, Selasa (23/5).