Perayaan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) ke-76 yang dipusatkan di Kabupaten Jayapura. Kegiatan tersebut melibatkan guru-guru PAUD dan TK IGTKI-PGRI se-tanah Papua. Ketua IGTKI Provi
Wakil Sekretaris Jenderal PB PGRI Wijaya menyatakan, Indonesia menghadapi krisis guru yang nyata dan struktural. Data Kementerian Pendidikan menunjukkan Indonesia kekurangan lebih dari 1,3 juta guru, terutama akibat gelo
Menurut Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Papua Dr. Elia Waromi, S.Pd., M.Pd, data guru honorer di Papua telah mencapai 1.359 orang. Jumlah tersebut diketahui bisa bertambah karena kondisi riil disekolah set
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze yang memimpin lansung apel tersebut menekankan pentingnya pelayanan. ‘’Pada dasarnya kita adalah pelayan. Nahasa kasarnya, orang bilang kita adalah babu. Artinya bahwa, kitalah yang har
Lihat saja SPPG baru berjalan setahun terakhir sementara saat ini ada ribuan guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun namun dari segi upah atau gaji masih jauh dari harapan. Selain itu waktu pengangkatan juga belum
 Siswa-siswa generasi 2025 tumbuh dalam dunia yang lebih terbuka, media sosial mengajarkan mereka menyampaikan pendapat, lingkungan digital membuat mereka kritis, dan nilai-nilai modern mendorong mereka menolak perlakua
Karena itu guru dituntut untuk lebih kreatif dalam mengembangkan metode kreatif untuk membuat pembelajaran lebih bermakna, menyenangkan, dan efektif dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti pemecahan masalah d
Peristiwa itu bukan hanya merenggut nyawanya, tetapi juga menyisakan trauma dalam di benak para tenaga pendidik dan medis yang bekerja bersama almarhumah. Kosmas Paga, rekan Rosalia, adalah salah satu saksi hidup yang pa
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan pentingnya peran guru sebagai pahlawan bangsa yang harus dihormati dan ditempatkan pada posisi terhormat. Ia menyampaikan bahwa guru merupakan garda terdepan dalam membentuk
Menurutnya kesenjangan antar wilayah sangat terasa guru di daerah terpencil, Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia. Mulai dari, kondisi infrastruktur dan biaya hidupnya bisa jauh lebih berat, yang berdampak