Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH, MH mengatakan jika, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memiliki kepedulian besar terhadap kesiapan keberangkatan kontingen Pesparawi Papua Pegunungan, sebab masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi,
PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakan selaku pemerintah Daerah Kabupaten Kabupaten Jayawijaya pihaknya telah menjemput mengantar dan menjemput sendiri kontingen pesparawi dari Kabupaten Jayawijaya yang telah mengikuti perlombaan tersebut di Kabupaten Keerom kemarin.
Kemudian Provinsi Papua Tengah, juara umum diraih oleh kontingen Kabupaten Puncak. Sementara juara umum Provinsi Papua Pegunungan dimenangkan oleh kontingen Kabupaten Jayawijaya. Gubernur Papua yang diwakili oleh Pj Sekda Papua, Yohanes Walilo saat menutup iven akbar itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang sudah menunjukkan prestasi sepanjang lomba.
Kabupaten Puncak dinobatkan sebagai juara umum Pesparawi Provinsi Papua Tengah. Untuk Provinsi Papua, juara umum diraih Kabupaten Biak Numfor dan Papua Pegunungan juara umum diraih Kabupaten Jayawijaya.
Tim Pesparawi Kabupaten Puncak kategori etnik inkulturasi anak dan dewasa usai tampil di GOR Girgura Kentsuwri, Workwana, Arso, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Kamis (5/12/2024). (foto:Istimewa)
Peserta dan panitia kontingen Tolikara menyambut baik atas kunjungan Sekda Kabupaten Tolikara selaku ketua umum LPDP Tolikara. “Saya berharap Tim Pesparawi Kabupaten Keerom ini bisa menampilkan yang terbaik dalam ajang Pesparawi ini, sehingga bisa membawa nama baik Kabupaten Tolikara,”ungkap Sekda Yosua Noak Douw.
Kabupaten Puncak yang menargetkan juara umum pada Pesparawi ke-14, pada hari kedua kemarin tampil memukau. Bahkan mereka berhasil meraih nilai rata-rata di atas 80 untuk lima kategori.
Salam perpisahan disampaikan oleh Bupati Piter Gusbager, karena Pesparawi ke-XIV tahun 2024 ini, merupakan Pesparawi terakhir yang melibatkan seluruh provinsi di Tanah Papua. Pasalnya, setelah Pesparawi di Kabupaten Keerom, setiap provinsi akan menggelar Pesparawi untuk tingkat provinsi di daerah mereka masing-masing.
Rombongan Kontigen Pesparawi Yalimo ini tiba di SD Inpres 1 Arso 1 Kampung Sanggaria Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom Propinsi Papua. Begitu tiba, rombongan disambut dengan tarian anak-anak SD Inpres 1 Arso dan Pemkab Keerom yang diwakili oleh Kepala Bappeda Keerom Julito Pereira para kepala Kampung, ketua RT, para Dewan Guru SD Inpres 1 Arso, serta warga di kampung Sanggaria Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom.
Bahkan mereka juga sudah melakukan uji coba dengan tampil mempersembahkan puji-pujian di sejumlah gereja di Kota dan Kabupaten Jayapura. Hal ini dilakukan untuk menambah mental tanding atau kepercayaan diri dari tim serta mematau kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum masuk di pentas di Keerom nanti.
Ketua Panitia Kontingen Pesparawi Kabupaten Puncak, Firum M Balinal mengatakan sebagai bentuk keseriusan mereka dalam ajang kali ini, pihaknya memberangkatkan semua kontingen maupun ofisial dari Kabupaten Puncak, lebih cepat ke Kota Jayapura, sebelum bergeser ke Kabupaten yang menjadi tempat pelaksanaan Pesparawi.
Sekda Puncak, Darwin Tobing menyampaikan keyakinannya kontingen Pesparawi Kabupaten Puncak bisa meraih hasil sesuai dengan target juara umum. Sebab pada Pesparawi sebelumnya di Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak meraih 6 medali emas dari 9 kategori yang diikuti.
Sebagai juara umum, kontingen Kabupaten Boven Digoel berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 50 juta, juara II Rp 40 juta, juara III Rp 30 juta dan juara harapan I sebesar Rp 20 juta. Selain itu, peraih emas dari setiap mata lomba tersebut mendapatkan uang pembinaan Rp 20 juta.
Pembukaan dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Agama Republik Indonesia baik dari pusat maupun kantor wilayah Papua, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan peserta Pesparawi dari 4 kabupaten yakni Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat.
Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Papua, Elia Loupatty menilai persiapan panitia Pesparawi XIV Kabupaten Keerom masih on the track.
Menurut Loupatty, Bupati Keerom, Piter Gusbager bersama dengan panitia terus melakukan persiapan di setiap bidang
“Dalam rapat koordinasi ini, kami membicarakan hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan Pesparawi ke-XIV Kabupaten Keerom. Kami telah menyepakati bersama pelaksanakan Pesparawi tetap dilaksanakan pada tahun 2024,” ungkap Bupati Gusbager kepada awak media.
"Dalam waktu 1-3 hari ke depan, koordinator masing-masing bidang harus melakukan rapat terkait perencanaan program kerja. Sehingga saat kita rapat lagi, kita sudah punya gambaran secara menyeluruh kegiatan Pesparawi," ungkap Indra yang juga merupakan Sekda Pemkab Keerom.
"Saya sudah melantik panitia Pesparawi. Dalam kegiatan ini akan datang 6 gubernur dan puluhan bupati/walikota serta peserta yang diperkirakan 10 ribu orang," ungkap Bupati Gusbager usai pelantikan.