O2SN tingkat Provinsi Papua Selatan tersebut diikuti siswa SMP, SMA dan SMK serta SLB dari 4 kabupaten yakni Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat dengan mempertandingkan 8 mata lomba olahraga.
Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pendidikan dan Perpustakaan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul di era digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa b
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menghadiri acara kelulusan siswa Sekolah Jenius yang berlangsung di Tangerang, Kamis (11/6). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah memberikan kesempatan pe
Dari 48 anak yang dikirim tersebut, sebanyak 39 orang diantaranya berhasil menyelesaikan pendidikannya di SMA. Sedangkan 9 diantaranya gagal ditengah jalan dan harus pulang terlebih dahulu.
Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi hingga kebutuhan peningkatan kualitas tenaga pendidik. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan
Jika diakumulasikan, jalur SNBP dan SNBT telah meloloskan hampir 2.000 calon mahasiswa. Sementara itu, antusiasme tinggi justru terlihat pada jalur mandiri atau Jalur Masuk Seleksi Bersama (JMSB). Dirky menjelaskan bahwa jika kuota JMSB dig
Untuk menjaring minat generasi muda, Universitas Katolik (UNIKA) Fajar Timur Papua kini gencar melaksanakan program promosi dan sosialisasi secara masif, mulai dari lingkungan masyarakat umum hingga langsung mendatangi sekolah-sekolah menen
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan agar sekolah tidak menjadi tempat pertama bagi anak-anak menyaksikan bahwa uang, kedekatan, maupun “titipan” dapat menjadi jalan pintas untuk memperoleh keberhasilan. Peringatan tersebut muncu
Menurut Rustan, dana dan anggaran yang mengalir ke kampung-kampung harus mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui program pendidikan seperti pemberian beasiswa, bimbingan belajar, pelati
Karena merasa tidak diterima oleh lingkungan sekolah, Fika akhirnya berhenti bersekolah selama sekitar 2 tahun. Selama di rumah, ia menghabiskan waktu membantu pekerjaan rumah tangga dan bermain game. "Di rumah saja bersih-bersih rumah sama