Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri mengatakan, kebersihan lingkungan maupun kebersihan di Pasar Pharaa Sentani adalah tanggung jawab bersama, karena jika pasar terlihat bersih tentu pedagang berjualan dan pengunjung yang datang akan senang dan nyaman. Tidak ada sampah yang berserakan dan tidak ada bau tak sedap dari sampah.
Kapolsek Wamena Kota AKP Najamuddin, S.Sos, SH saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penganiayaan tersebut dan mengatakan bahwa korban Rahmatul IFA (28) saat ini masih dirawat di RSUD Wamena dengan luka tusuk di bagian dada dan punggung sebelah kiri.
“Yang pertama cabai naiknya cukup tinggi, itu Rp 150.000 sampai Rap 160 ribu per kg, cabai keriting 100 ribu per kilo biasanya naiknya itu 60 sampai 70.000. Jadi melonjaknya sangat tinggi,"
“Sampai saat ini kami masih kumpulkan barang bukti dan saksi –saksi yang ada disekitar TKP untuk mencari tahu pelaku yang melakukan aksi kekerasan terhadap Korban, sebab keterangan awal dari warga taka da yang mengenal pelaku,”ungkapnya Sabtu (16/12) kemarin.
Suzana menyebut, dalam operasi pasar yang dilakukan ditemukan kenaikan harga pada minuman kaleng dan cabai. Untuk barang barang yang mengalami kenaikan harga ini, pihaknya sudah menindaklanjutinya.
Kresna Payokwa selaku Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua mengatakan, selama tahun 2023 telah diadakan 12 kali kegiatan literasi pasar modal baik di sekolah-sekolah, maupun bekerjasama dengan Galeri Investasi Digital BEI.
Kepala Disnakerindag Kabupaten Jayawijaya Dr. Lukas W Kosay, SE, MSi memastikan jika untuk kenaikan harga bahan pokok itu tidak semuanya hanya beberapa saja seperti beras, tepung terigu dan telur itupun kenaikannya tak teralalu signifikan dan hanya betoh rada pada kenaikan yang standar contoh seperti beras kalau naiknya itu berkisar dari Rp.18000 sampai Rp 20.000 per Kg barulah mengkhawatirkan.
“Dinas Disperandagkop akan melakukan pengawasan kepada distributor ataupun ritel agar mereka tidak melakukan penimbunan atau menaikkan harga barang sesuai dengan kemauan mereka,” ucap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua, Jeri Agus Yudianto, kepada Cenderawasih Pos, Senin (11/12).
Tentu ini menjadi salah satu kebanggan bagi perempuan Asli Orang Papua yang mampu berinovasi dalam pembuatan kerupuk dari bahan sagu. Bahkan kerupuk dari bahan sagu ini sudah pernah jual ke temannya sampai luar negeri yakni Belanda dan Amerika Serikat.
Kondisi ini tentunya akan menimbulkan kemacetan, tapi juga penataan pasar yang semakin terlihat amburadul. Jika tidak segera diatasi, maka perkembangan penjual pinang tersebut tentu akan semakin meluas ke area pinggir jalan baru. Bahkan memungkinkan di sepanjang jalan baru dekat area pasar akan diisi oleh penjual pinang.