Penangkapan terhadap para mahasiswa tersebut lantaran dinilai tidak berizin dari pihak kampus dan melawan petugas saat hendak diberhentikan, serta membawa bendera bintang kejora.
"Jika lakukan aksi ilmiah biasa saja dan aksi lainnya pasti kami dukung, tapi kalau bicara pengibaran bendera maka berurusan dengan polisi, dan langsung viral tadi kami amankan dan mereka sampaikan dan kami tidak punya kewenangan," katanya.
Dengan kemenangan ini, tim sepak bola Pra Popnas Papua menjaga peluang lolos ke babak semifinal.Pada babak penyisihan grup A, sepak bola Papua masih menyisakan satu pertandingan lagi kontra tim sepak bola tuan rumah, Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Jeri Yudianto mengatakan, Hari Pahlawan pada Tahun 2022 juga memiliki makna mengenang kembali kegigihan para Pahlawan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Plt. Kepala BPSDM Papua Anthony Mirin mengatakan khusus di provinsi induk ada kurang lebih 7.000 ASN. Masing masing DOB sudah disiapkan 1.000 ASN. Sehingga total 3.000 ASN yang akan ditempatkan langsung dari provinsi induk.
Dalam aksi itu pihak Kepolisian sempat keluarkan gas air mata untuk mengamankan dan melakukan penembakan di dalam halaman kampus, selain itu, secara terpisah usai di amankan mahasiswa sebelumnya ada juga dua mahasiswa di jemput paksa aparat karena dinilai terlibat saat menonton kejadian itu, mereka langsung ditangkap sambil aparat melakukan pemukulan kepada mahasiswa hingga berdarah di sekitaran wajah mahasiswa.
Dimana pada Februari tahun 2022 lalu, anggota TNI melakukan tindakan penganiayaan dan penyiksaan terhadap 7 anak di bawah umur yang menyebabkan satu diantaranya meninggal dunia.
“Kalau kami evaluasi memang terlihat jelas bahwa akan ada euforia yang berlebihan untuk piala dunia tahun ini. Pasalnya kemarin moment ini pasca covid jadi suasananya bisa lebih ramai,” kata Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon melalui ponselnya, Rabu (9/11).
Ketua Tim Penyelesaian non yudisial Pelanggaran HAM berat Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnarki menyatakan pihaknya ke Wamena untuk menjaring aspirasi dari korban pelanggaran HAM berat yang terjadi di Wamena pada tahun 2003.
"Memang benar dari penyelidikan yang dilakukan tim Satgas Damai Cartenz dengan Polsek Beoga terungkap pelaku penyerangan hingga menewaskan seorang pekerja merupakan anak buah Joni Botak," kata Komandan Satgas Penegakan Hukum Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi Gatot Suprasetyo.