Sekretaris Jendral AMAN Rukka Sombolinggi mengatakan, penting untuk diketahui mengapa Kongres masyarakat Adat ini dilaksanakan di Papua. Point pentingnya adalah, apa yang dilakukan di Kabupaten Jayapura selama hampir 10 tahun belakangan ini, terutama Kebangkitan Masyarakat Adat yang sudah digagas oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw selama kepemimpinannya bisa menjadi inspirasi bagi maayarakat dan pemerintah diwilayah lainya diseluruh Indonesia.
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Muhammad Musa'ad mengatakan, dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2023 harus sesuai dengan apa yang ditulis di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Juga bagi masyarakat meminta informasi dengan ketentuan yang ada, kami juga ada desk di tempat kami yang disiapkan,” jelas Jeri yang datang ke Kantor Komisi Informasi Provinsi Papua bersama sejumlah stafnya.
"Terima kasih atas dukungan semuanya, berkat kerjasama kita, akhirnya tugas besar kita bisa sukses menyelenggarakan PON dan Peparnas," ungkap Alex kepada awak media di sela-sela serah terima jabatan Plt Kadisorda.
Pejabat barunya adalah AKBP. Afrizal yang sejatinya bukan wajah baru melainkan sebelumnya sudah pernah bertugas di Intan Jaya. Pergantian ini dikarenakan pejabat sebelumnya harus memulihkan kondisi kesehatan.
Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay George Awi mengatakan, tatap muka yang dilakukan pemerintah dengan masyarakatnya sangat penting dalam menyampaikan informasi dan sosialisasi, sehingga masyarakat bisa tahu produk Perda yang akan dibuat atau telah disahkan.
Bagaimana tidak, penganggaran awal untuk tiga DOB ini dibebankan kepada provinsi induk. Jadi tiga provinsi baru ini masih harus bergantung pada Provinsi Papua untuk agenda persiapan – persiapannya.
Kapolda Papua, Irjend Pol Mathius Fakhiri menyampaikan bahwa satu tugas yang dilakukan terkait penanganan kasus tersebut adalah bagaimana membangun komunikasi yang baik untuk para pihak.
Setelah diamankan, keduanya kemudian dilakukan pemeriksaan dan diduga kuat keduanya terlibat dalam gerakan kelompok Papua merdeka. Kepolisian Resor Nabire memastikan keduanya merupakan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB). Keduanya diamankan, Jumat (21/10) sekira pukul 02.30 WIT.
Ia meminta Kapolres, Kapolsek dan seluruh personel Polri untuk bisa mengimplementasikan penyampaian Kapolri tersebut. Satu yang menarik adalah anggota Polri maupun keluarga diingatkan untuk mengurangi bermain media sosial.