Manager Trigana Aris Service Wamena Michael Biduri mengaku jika langkah pemeriksaan tiket dengan identitas dari calon penumpang harus disamakan karena ini merupakan langkah untuk mencegah percaloan tiket di Bandara Wamena,
Pada pelaksanaan kegiatan patroli dialogis yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Puncak Jaya Kompol R. Ahmad Hari Junianto, S.Kom, selain melintasi jalur-jalur utama yang dianggap rawan akan gangguan Kamtibmas para personel juga menyambangi tempat ibadah Gereja untuk memastikan pelaksanaan Ibadah Minggu Pagi berjalan dengan aman serta berkoordinasi terkait persiapan Ibadah Malam Kudus maupun Ibadah Natal.
Terkait ini ia menegaskan akan segera menurunkan tim guna melakukan penertiban. “Tadi sudah saya koordinasikan untuk sementara miras ini tidak dijual dulu. Masyarakat sedang berduka, jangan sampai justru terpicu karena mengkonsumsi alkohol dan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Ini akan kami cek lagi,” jelas Kapolresta Kombes Pol Victor Mackbon di Polresta, Rabu (27/12).
Imbauan dan peringatan Bupati Romanus Mbaraka itu disampaikan di hadapan Umat Katolik Santo Mikhael Kudamati Merauke saat ikut bersama Umat Katolik Santo Mikhael Kudamati merayakan Pigili Natal atau malam Natal 24 Desember2023.
Manajer Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, M. Djalaludin menjelaskan, hari siaga tersebut sudah dilakukan, yang nantinya beroperasi selama 24 jam.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.IK menyatakan bahwa untuk memelihara situasi Kamtibmas jelang perayaan Natal dan tahun baru 2024, Polres Jayawijaya meningkatkan kegiatan kepolisian seperti patroli dan razia guna mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas di Kota Wamena yang dapat menghambat warga lainnya melakukan aktifitas ibadah.
Julivan Salindero menjelaskan bahwa kedatangan KM Tatamailau ini merupakan puncak Mudik Nataru untuk Pelabuhan Merauke dengan jenis kapal putih milik PT Pelni tersebut. Karena kapal ini merupakan yang terakhir masuk sampai perayaan Natal 25 Desember 2023.
“Kami memerintahkan setiap lembaga keagamaan masing masing untuk mewujudkan damai sejahtera di semua umat di tanah Papua, dalam momentum Natal lakukan doa bersama di setiap tempat tempat ibadah komunitas dengan gerakan konkrit,” terangnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (22/12).
Kejadian seperti ini rupanya masih dilakukan meski dalam suasana memasuki natal. Ini juga yang disayangkan kapolda sebab menurutnya sepatutnya suasana natal bisa memberi damai dan suka cita bagi siapapun di Papua dan bukan dikotori dengan aksi – aksi yang merugikan.