Penjabat Sekda Provinsi Papua Pegunungan, Dr. Sumule Tumbo, SE, MM mengatakan, untuk memulai pemerintahan, maka ada 4 OPD prioritas yang akan dibentuk, diantaranya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bppeda), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), 4 OPD ini memiliki peran penting mengawali pemerintahan ini.
‘’Keenam pelaku pencurian di SMK Santo Antonius, semuanya sudah kita amankan bersama barang bukti 5 unit Laptop,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK didampingi Kasi Humas AKP Ahmad Nurung, SH dan Kasat Reskrim AKP Najamuddin, MH, saat menggelar konfrensi pers, Selasa (22/11).Â
  ‘’Keluarganya sudah memahami kejadian tersebut dan menerimanya sehingga tidak ada lagi tuntutan,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kasie Humas AKP Ahmad Nurung, SH, Selasa (22/11).
Alasan penolakan itu berdasarkan penolakan dari masyarakat adat pemilik hak ulayat yang akan kehilangan tempat tinggal mereka untuk anak cucu mereka ketika waduk tersebut dibangun.Â
 Devisi Perencanaan dan Logistik KPU Provinsi Papua, Melkianus Kambuaya di Merauke di sela-sela evaluasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dan pemetaan TPS khusus, mengungkapkan, KPU Provinsi Papua yang ada sekarang ini bekerja berdasarkan UU Nomor 7 tahun 2017. Karena itu, sepanjang belum ada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu), maka KPU Provinsi Papua masih tetap melaksanakan tahapan di 3 DOB baru tersebut.
  Kepala Bidang UMKM Dinas Perindagkop UMKM Kabupaten Merauke, Kurnia mengungkapkan bahwa pelatihan ini ditujukan kepada para pelaku usaha mikro orang asli Papua untuk bagaimana memiliki pemahaman dan keterampilan dalam berusaha sehingga nantinya usaha mereka bisa meningkat menjadi usaha kecil. ‘’Pelatihan ini diikuti oleh 35 pelaku usaha UMKM yang kita fokuskan pada Orang Asli Papua,’’ katanya.
Nur Ihwan, ayah dari korban saat datang melengkapi laporan polisi yang sudah dibuatnya beberapa saat setelah kejadian tersebut di SPKT Polres Merauke mengungkapkan, kasus pencurian dengan kekerasan tersebut terjadi saat anaknya dalam perjalanan pulang dari Jalan Aliarkam ke Jalan Ampera I Merauke.
‘’Dengan pelatihan itu sekaligus kita merapikan itu, semua siswa yang ada di Okaba sudah terdaftar dalam Dapodik. Memang sebelumnya masih ada yang tidak terdaftar dan hal itu bisa membuat anak tidak bisa ikut ujian akhir. Tapi setelah kita rapikan semuanya, sudah beres,’’ katanya.
Sosialisasi alat pemadaman tersebut guna mengantisipasi adanya kebakaran di wilayah setempat yang notabene rawan kebakaran. Hal ini dikarenakan bahan material bangunan yang digunakan di tempat ini umumnya menggunakan bahan dari kayu sehingga mudah terbakar.Â