"Kepada anak-anak Port Numbai dan anak-anak Kota Jayapura, silakan mendaftar untuk menjadi calon taruna taruni pada Politeknik penerbangan Curug, yang ada di Tangerang," kata Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Jayapura, Abdul Majid, saat dikonfirmasi Cendrawasih Pos, Selasa (1/8).
  Menurut keterangan Kapolsek Abepura, AKP. Soeparmanto bahwa kasus penganiayaan tersebut berawal saat korban dan tersangka yang merupakan pasangan kekasih ini, cekcok di tempat tinggal keduanya di Perumahan Uncen bawah Abepura.
Terkait ini Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon menyatakan masih mengedepankan upaya persuasif. Melakukan koordinasi dengan pemerintah agar bisa segera menemui pihak pemilik ulayat agar ada solusi yang disepakati kedua pihak. Hanya saja menurut Kapolres, apabila tak ada kesepakatan dan masih dilakukan pemalangan maka sikap tegas akan diambil.
 Penandatanganan MoU antara Pemkot Jayapura dan pihak Universitas Cendrawasih melalui FKIP bahasa dan sastra itu sudah berlangsung beberapa waktu lalu. Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan, penerbitan kamus bahasa daerah yang sedang dijalani saat ini, merupakan bentuk konsistensi Pemkot Jayapura dalam pembinaan bahasa dan sastra.
Kapolsek Jayapura Selatan AKP Frets Lamahan, S.H ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa kecelakaan ini terjadi akibat AK dipengaruhi miras kemudian motor Yamaha Vega menabrak pembatas jalan tengah.
Ia menjelaskan bahwa pemalangan kedua dilakukan tanggal 24 Juni dan disitu pihaknya memilih mengalah memberi waktu kepada pemerintah provinsi untuk segera melunasi. Hanya ternyata tidak mendapat respon soal kapan akan dibayarkan.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon, melalui Kapolsek Jayapura Selatan AKP Frets Lamahan menyampaikan bahwa  dugaan sementara kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Ini lantaran asal mula api berasal dari meteran listrik milik salah satu rumah korban.
Soal penyediaan kebutuhan air bersih ini, Kepala Kanwil Kemenkumham Papua, Anthonius M. Ayorbaba mengaku pihaknya telah menyurat ke Balai Pengairan PUPR Provinsi Papua sejak lama.
Dimana Rumah Sakit Provita tangani pasien bernama Alexandra Shinta L Waters itu berasal dari negara Australia. Sudah 3 hingga 4 hari perempuan 45 tahun itu mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Provita. Namun, Senin (31/7) kemarin, dokter menyatakan jika yang bersangkutan sudah bisa pulang.
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Djong Makanuai mengatakan, soal kemiskinan ekstrem menjadi agenda utama dari pemerintah pusat sampai ke tingkat daerah termasuk di Kota Jayapura.