"Kita konsen ke komoditas inflasi, pertama cabai itu yang akan kita bagikan kepada masyarakat itu sebanyak 50 ribu bibit," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo
Dari pantauan Cenderawasih Pos, meski Pemkot Jayapura telah membangun los tempat jualan di dalam pasar, namun banyak pedagang yang memilih berjualan di tepi jalan masuk ke Pasar Otonom ini. Awalnya, biasa pada sore menjelang malam malam, namun kini juga mulai banyak yang berjualan siang hari.
Ia juga menyerahkan seekor babi yang langsung dipotong dan dibagi bagi. Tak lama Rollo dan pemilik ulayat berdiri di tengah jalan lokasi yang dipalang kemudian membuka palang bersama-sama.
“Selama ini hanya dijanji-janji. Pemerintah masuk lalu menyampaikan akan membayar. Awalnya hanya dibayarkan seadanya yang penting masyarakat setuju tapi setelah ini justru tidak ada kabar kapan akan dibayarkan,” jelas satu warga pemalang yang tak mau menyebut namanya.
"Pengunjung lebih meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Mungkin karena tanggal muda, sehingga ada peningkatan konsumen yang belanja dibandingkan tahun lalu, "ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (3/8) kemarin.
"Jadi untuk pembagian bendera itu kami lakukan melalui kepala kampung, kepala distrik dan lurah. Mereka yang selanjutnya mengetahui masyarakatnya dan membagikan bendera tersebut untuk dikibarkan," katanya.
Penjabat Kapolsek Muara Tami AKP T.B Silitonga saat dikonfirmasi pada Rabu (2/8) membenarkan penangkapan tersebut. "JF diamankan oleh petugas berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B / 52 / III / 2023 / Spkt / Polsek Muara Tami / Polresta Jayapura Kota / Polda Papua Tanggal 8 Maret 2023 tentang Pencurian dengan Kekerasan," ujar Kapolsek.
Pj. Sekda Kota Jayapura, Robby Kepas Awi mengatakan, rapat yang dilakukan pihaknya itu untuk mencarikan solusinya. Namun mengenai keputusan selanjutnya akan dilimpahkan ke PJ Wali kota Jayapura, Frans Pekey, yang saat ini sedang berada di luar Papua.
Jenazah korban ditemukan di dalam Lapak Jualan Kompleks PKL Belakang Pasar Youtefa Abepura. Dikatakan Kapolsek bahwa korban pertama kali ditemukan oleh saksi Widy Napitupulu (55) sekitar pukul 12.50 WIT, dimana ketika saksi pulang bekerja ia tidak melihat korban di sekitar kompleks PKL Pasar Youtefa Abepura.
"Selain sebagai Ketua DPRD, saya juga Ondoafi dan sepatutnya mendengar kemudian membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Saya datang dan masyarakat menjelaskan kemudian saya fasilitasi, " kata Abisai Rollo.