"Yang diajukan untuk kenaikan di APBD perubahan ini Rp 169 miliar. Itu ada penerimaan tambahan dan juga ada Silpa Tahun 2022. Jumlah kegiatan akan menjadi prioritas kita di tahun ini," kata Dr. Frans Pekey, Kamis (7/9).
  Penyerahan dana bantuan ini dilakukan bertepatan dengan penutupan kegiatan pendampingan implementasi kurikulum Merdeka bagi jenjang SMA se kota Jayapura, Kamis (7/9).
Karena itu, penjabat Walikota Jayapura, Frans Pekey, mengajak masyarakat di Kota Jayapura supaya tidak perlu panik menyikapi informasi ini namun dia mengajak masyarakat untuk kembali mengkonsumsi pangan-pangan lokal yang mudah dijangkau dan tersedia di kota Jayapura.
 Pihaknyapun selama ini telah memberikan tindakan tegas dengan melakukan penertiban terhadap penjual pinang tersebut. Sayangnya justru mendapat penolakan keras dari pemilik hak ulayat.
  Namun bagaimanapun juga dengan kota yang terus didatangi penduduk hingga memunculkan kawasan pemukiman baru, tentunya memiliki potensi lebih terjadi kebakaran. Ini diperparah dengan sikap tak peduli terhadap musibah yang kapan saja bisa terjadi. Bentuk antisipatif hingga kini masih jauh dari harapan.
  Agus salah satu sopir taksi yang ditemui mengatakan kondisi itu hampir setiap hari terjadi. Bahkan kadangkala tidak hanya macet tapi juga sering kali terjadi laka lantas ringan. Hal itu disebabkan karena arus lalu lintas yang tidak teratur.
Dimana helm sebanyak 19 surat tilang, TNKB 5 surat tilang, kelengkapan surat – surat 8 surat tilang, kenalpot 7 surat tilang da nada 14 kendaraan yang ditinggal pemiliknya. Pantauan Cenderawasih Pos, operasi yang dilakukan di Taman Imbi ini membuat banyak pengendara kecele.
Kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jayapura, Robert L. N. Awi menegaskan, untuk lebih menertibkan para PKL tersebut terutama mengenai waktu mereka mengakses pasar, pihaknya membangun portal penutup jalan, ini guna membatasi PKL mengakses kedalam area pasar diluar batas waktu yang telah ditentukan.
"Soal penertiban ini sebenarnya kami tidak keberatan, hanya saja kami minta supaya tenda kami jangan dibongkar, karena itu hanya melindungi jualan saja," kata Firda salah satu PKL saat berbicara kepada Ccenderwasih Pos, Rabu (6/9).