“Kami beri waktu 1 minggu, tapi karena tidak ada jawaban pemerintah makanya kami mogok hari ini,” kata Kordinator Lapangan Muhammad Fausi saat bersama para sopir taksi lakukan mogok.
Saya harap pemerintah kota harus respon aksi mogok kerja dari sopir ini, karena jika tidak, maka aktifitas masyarakat akan terganggu,” sambung mahasiswi Uncen itu.
Menurutnya, diplomatik adalah suatu pratek mempengaruhi keputusan atau perilaku pemerintahan asing atau organisasi asing antar negara melalui dialog, negosiasi dan dengan cara non kekerasan lainnya.
11 narapidana Lapas Biak yang telah dipindahkan yaitu OHR, RM, REK, FP, EM, AAA, OGR, ELGK, DRP, NW, AJR. "Pemindahan para narapidana ini karena faktor tempat, agar Lapas Biak tidak terjadi over kapasitas.”tambahnya.
Robert mengakui, pada prinsipnya BPKP Kota Jayapura menginput masuk ke aplikasi sesuai dengan Juknis, dan jika sudah masuk dalam aplikasi maka jika ditolak oleh aplikasi maka dilakukan input lagi sampai dengan jumlah kuota yang dibutuhkan.
Kekhawatiran tersebut apabila difungsikan, maka sangat berpotensi menimbulkan kemacetan. Pasalnya jika melihat intensitas kendaraan yang keluar masuk dari jalur ini ternyata jumlahnya tak sedikit dan bila harus dilakukan penarikan maka dipastikan akan terjadi penumpukan kendaraan.
Dikatakan, Wilayah Papua saja yang belum dinaikan harga tarif padahal di daerah lain sudah naik. “Kami biasa bayar Rp 120.000 untuk 12 liter, Kalau jalan dari terminal Waena ke pasar sudah habis dua liter belum kalau macet kami harus keluarkan 3 - 4 liter, baru bayaran juga hanya Rp. 5000," katanya.
Meski terbilang ramai dengan sejumlah atlet pelajar dari SD, SMP maupun SMA/K, yang terbagi dalam kelas usia dini, pra mula, pemula, cadet, junior dan U-21, namun jalannya pertandingan sempat diwarnai aksi protes keras dari manajer dan official Dojo Inkai PTC Entrop.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H., Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Yuli Ramdani Hidayat, Pejabat Utama Polda Papua dan Polwan perwakilan Polda Papua.
Kepala Satpol PP Kota Jayapura Kompol Muhsin Ningkeula mengungkapkan, tujuan dari pelatihan ini tentu untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban umum melalui peningkatan SDM tentang Teknik pencegahan gangguan di Kota Jayapura. Dalam pelatihan Satpol PP Kota Jayapura menggandeng Polresta Jayapura Kota yang berlangsung di Aula BPMP Papua, Kotaraja, Kamis (8/9) kemarin.