Padahal KONI atau kontingen Papua sudah harus menyetorkan kewajiban kontribusi 50:50 akomodasi, konsumsi dan transportasi lokal kepada Panitia Besar PON di Aceh dan Sumut. Jika ini tak segera disetor hingga 14 Agustus maka besar kemungkinan kontingen Papua akan terlunta - lunta mencari penginapan dan konsumsi sendiri.
Wakil Ketua I KONI Papua Tengah Cessar Avianto Tunya, menjelaskan Provinsi Papua Tengah dipastikan hanya akan mengikuti 14 Cabang Olahraga (Cabor) dari total 68 cabor di PON yang berlangsung di Aceh dan Sumut.
KONI Papua memastikan tak bisa memboyong seluruh atlet pada iven nasional empat tahunan itu. Mengingat keterbatasan anggaran. Dimana, KONI Papua hanya disokong anggaran Rp 35 miliar untuk mengikuti PON XXI.
Sekretaris KONI Provinsi Papua Selatan Antonio Liberto Ohoitimur menjelaskan, dalam rangka keikutsertaan Provinsi Papua Selatan melalui KONI Papua Selatan pada pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut, pihaknya tidak pernah mematok perolehan media apalagi untuk medali emas.
Karena itu, dia berharap kepada KONI Kota Jayapura untuk bersinergi atau berkolaborasi dengan Pemprov Papua. Terutama terkait pelaksanaan program kerjanya, sehingga ada dukungan dari pemerintah provinsi Papua supaya setiap cabang olahraga dapat meraih prestasi.
Sekretaris Umum KONI Provinsi Papua Selatan Antonio Liberto Ohoitimur ditemui Ceposonline.com, mengungkapkan bahwa dari 18 cabang olahraga yang diikuti KONI Papua Selatan di PON XXI Aceh-Sumut, 13 Cabor diantaranya sedang melakukan TC Terpusat di Jawa dan Bali. Sementara 5 Cabor lainnya yakni Catur, karate, atletik, biliar dan tinju masih melakukan TC terpusat di Kabupaten Merauke.
Wakil Ketua Umum KONI Provinsi Papua Selatan Soleman Jambormias ditemui media ini mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan anggaran ke Pemerintah melalui Gubernur dan Sekda Papua Selatan.
Hingga kini menurutnya jika menghitung waktu persiapan maka tersisa hanya kurang lebih 3 bulan. Dengan waktu yang kian sempit kontingen Papua masih meraba – raba berapa anggaran yang diberikan pemerintah.
Padahal KONI Papua sudah "berteriak" agar Pemprov Papua segera mencairkan dana untuk persiapan sejumlah cabor yang berlaga di PON XXI. Sementara Pemprov Papua pun belum menanggapi permintaan KONI Papua.
“Rapat KONI hari ini dengan Bidang Pembinaan Prestasi dan beberapa bidang lain, itu tindaklanjut dengan surat KONI Pusat terkait long list data atlet yang segera kita harus merampungkan,” ungkap Sekretaris Umum KONI Papua, George Weyasu.