Direktur Pusat Studi Pembangunan Ekonomi dan Penanggulangan Kemiskinan Papua Universitas Cenderawasih Papua, Julius Ary Mollet menerangkan bahwa Presiden Prabowo lebih melakukan efisiensi anggaran untuk perjalanan dinas dalam melakukan studi banding dan lainnya. Termasuk yang berjalan dinas ke luar negeri.
 "Kalau mereka punya pengeluaran konsumsinya di bawah Rp 1 juta per bulan, sehingga kita kategorikan miskin. Jadi kalau misalnya satu rumah tangga itu ada 4 orang, berarti rumah tangga mereka tingkat konsumsinya itu sekitar 4,6 atau 4,7 juta perbulan,"
Plt Asisten 1 Setda Kota Jayapura, Suprianto mengatakan, naiknya kemiskinan di Kota Jayapura ini disebabkan beberapa faktor. Namun salah satu yang paling berpengaruh itu di sumbang dari posisi kota Jayapura sebagai Kota transit.
 Dimana pada September lalu, Pemkab Jayapura telah mendapatkan bantuan program penghapusan kemiskinan ekstrim senilai Rp 5.6 miliar dari Pemerintah RI melalui Kementerian Keuangan RI.