Peristiwa kebakaran yang menghanguskan 5 ruang kelas SMA Satria Kota Jayapura, memang menjadi mimpi buruk bagi para guru dan juga siswa-siswi di sekolah tersebut. Pasca kejadian itu aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut lumpuh total.
Saat kejadian ternyata sedang berlangsung proses belajar mengajar sehingga para murid yang berada di dalam kelas langsung berhamburan. Untungnya tidak berselang lama beberapa unit damkar dibantu mobil suplay dari PDAM tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.
"Protes ini dipicu oleh penempatan tempat pemungutan suara (TPS) Pileg dan Pilpres di Distrik Aradide, bukan di Distrik Bayabiru. Selain itu, keluhan terhadap kepala distrik yang absen serta masalah pembayaran bahan kayu untuk pembangunan kantor distrik juga menjadi pemicu utama," ujar AKBP Abdus.
Kasat Lantas mengatakan silaturahmi ini merupakan bentuk kepedulian kepada rekan-rekan Polwan yang terkena musibah. "Kami juga memberikan tali asih dalam bentuk santunan kepada dua Polwan yang dikunjungi, yakni Briptu Afika Tasman dan Bripda Jolanda Ance Waisimon,” jelas Dian, Selasa (30/1).
Yang lagi marak adalah masalah kebakaran yang terbilang intensitasnya cukup tinggi. Pasalnya hampir setiap bulan ada saja bangunan yang terbakar. Untuk penanganannya jika akses bisa dijangkau tentu tidak susah, namun jika di lokasi padat penduduk ditambah dengan akses yang sempit plus warga yang datang hanya untuk menyaksikan dan membuat siaran langsung tentunya lebih menyulitkan petugas.
Menurut Pekey, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk terus melakukan patroli pada malam hari guna menertibkan orang yang mengonsumsi minuman beralkohol.
"Kebakaran di Pasar Youtefa yang menghanguskan beberapa los, yang terjadi pada hari minggu yang lalu, sudah ada laporan dan datanya Dinas Perindagkop. Pasar adalah aset pemerintah kota, sehingga pemerintah kota juga memikirkan untuk memperbaiki aset yang sudah terbakar ini," kata Frans Pekey, Selasa (16/1).
Walaupun belum seluruhnya, namun pantauan Cenderawasih Pos, Senin (14/1) kemarin sejumlah lapak bekas kebakaran telah dibersihkan oleh masing masing pemiliknya. Tampak terlihat bongkahan kayu maupun seng tersusun rapi. Bahkan tanah di bangunan bekas kebakaran telah dibersihkan.
Merespon kejadian ini, Ketua DPRD Kota Jayapura Abisasi Rollo menegaskan pihak PLN harus segera melakukan evaluasi dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Terutama dalam menyikapi persoalan kebakaran yang terjadi akhir akhir ini di Kota Jayapura. Termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait instalasi listrik yang aman.
Kejadian ini mencatat bahwa dalam dua minggu terakhir kebakaran selalu terjadi di hari Minggu. Hanya untungnya kejadian ini bisa segera ditindaklanjuti unit Damkar Kota dibantu pihak Brimob yang menurunkan 2 unit AWC sehingga api bisa segera dipadamkan. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.