Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 67 persen yang menjalani terapi antiretroviral (ARV), sementara sekitar 55 persen berhasil mencapai supresi virus. Artinya, hampir separuh penderita HIV di Indonesia masih berada di luar sistem pengobatan
“Kita semua bertanggung jawab untuk memberikan arahan dan dukungan. Harapannya, angka kasus yang ada saat ini dapat terus ditekan dan menurun,” tambahnya.
Sebagai wujud komitmen perhatian terhadap ODHIV, maka Pemerintah
Program ini menyasar lanjut usia (lansia), wanita rawan sosial, serta orang dengan HIV (ODHIV), dalam kegiatan Fasilitasi Pengembangan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial melalui Pemberdayaan Ekonomi Tahun Anggaran 2026.
Plt Direktur RSUD Wamena dr. Charles Manalagi, Sp.OG mengakui jika apabila berbicara terkait penyakit TBC, itu sangat dekat dengan HIV/AIDS, sementara untuk TBC ini dapat ditularkan melalui udara namun kalau kekebalan tu
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Papua, jumlah kasus HIV/AIDS di Papua kini telah mencapai 22.267 kasus. Angka ini, menurut Constant Karma, mencerminkan kegagalan serius dalam upaya pencegahan dan penanggulangan
Rustan mengakui, bahwa penanggulangan HIV-AIDS membutuhkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, Puskesmas, hingga rumah sakit. Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan memperc
"Kami menggandeng semua pihak untuk menekan bertambahnya kasus HIV/AIDS yang jumlahnya terus bertambah dan kini tercatat 24.778 kasus," kata Penjabat Kepala Dinkes Papua Arry Pongtiku kepada ANTARA di Jayapura, Sabtu.
Kondisi ini terjadi tidak terlepas dari tangung jawab pemerintah daerah dalam menegakan aturan demi menyelamatkan generasi Papua dimasa yang akan datang dari pengaruh virus mematikan itu. Menyikapi terkait dengan itu, Pe
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Daud N. Duwiri, S.KM.,M.Kes mengatakan, jumlah kasus HIV/AIDS yang tercatat ini jauh lebih kecil dengan angka sebenarnya jika mengacu pada fenomena gunung es, dimana yang mun
Pelaksana Tugas Sekda Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, menegaskan pentingnya langkah mitigasi HIV/AIDS yang harus dilakukan secara berkelanjutan, baik oleh pemerintah maupun generasi muda sebagai penerus pembanguna
Menurutnya, para relawan ini merupakan garda terdepan penyebaran informasi, penjangkauan komunitas serta pendampingan masyarakat dalam upaya pencegahan AIDS di Papua.
Dengan jumlah tersebut, persebaran tertinggi ada di Kota Jayapura yakni 9.816 kasus, disusul Kabupaten Jayapura sebanyak 6.101, Kabupaten Biak Numfor 3.445, Kepulauan Yapen 2.767, Kabupaten Keerom 551 kasus, Sarmi 24
Untuk Papua sendiri dari data Dinas Kesehatan Provinsi Papua mencatat terdapat 23.563 jumlah kasus HIV AIDS per 30 Juni 2025. Sedangkan jumlah tertinggi untuk 8 kabupaten dan 1 kota masih didominasi Kota Jayapura dengan
Wali Kota menegaskan pentingnya edukasi sejak usia dini sebagai langkah utama menekan penyebaran HIV-AIDS. Ia meminta Dinas Pendidikan Kota Jayapura memasukkan materi pemahaman HIV-AIDS di seluruh jenjang pendidikan.
Dikatakan, pengobatan ARV bagi seorang pengidap HIV adalah untuk memperpanjang umur. Karena dengan tertib meminum ARV tersebut maka akan mampu menekan perkembangan virus HIV dalam tubuh pasien tersebut.
Mirisnya menurut informasi, komunitas LGBT itu ada di Jayapura dan masih kerap melakukan pertemuan atau copy darat sesama anggota komunitas. Staf Dokter Spesialis SMF Kulit dan Kelamin RSUD Jayapura, dr Widya menerangkan
Diakuinya, para petugas kesehatan juga langsung melakukan penanganan sesuai dengan SOP yang berlaku. "Khusus bagi ibu hamil, dilakukan pengobatan rutin, rajin mengkonsumsi obat HRV, hal ini untuk mencegah penularan HIV d
Constant Karma menjelaskan, HIV/AIDS berbeda dengan Covid-19. Jika Covid-19 adalah penyakit akut dengan penyebaran cepat, maka HIV/AIDS merupakan penyakit kronis yang gejalanya baru muncul setelah bertahun-tahun.
Tak sedikit masyarakat mendesak pemerintah harus mencari cara untuk menanggulangi penyebaran virus tersebut. Dan pemerintah Kota Jayapura perlu mengambil langkah cepat dengan mengandeng para pihak. Salah satu yang bisa diajak berkampanye kesehatan adalah komunitas Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang ada di Kota Jayapura maupun Jejaring Jayapura Comunitas atau Jejaca.
Dia mengungkapkan, penanganan HIV-AIDS tidak hanya mengharapkan pemerintah. Saat ini pemerintah sudah bekerja, bahkan menggandeng beberapa mitra yang ada, yang bergerak dalam penanganan penyakit tersebut.
Dirinya bahkan tidak kaget ketika mendengar informasi tersebut. Menurut dia, berdasarkan hasil survei 12 tahun lalu dari PBB, Kota Jayapura sudah masuk populasi umum untuk penyebaran HIV-AIDS, dan bukan hanya di kalangan beresiko tinggi.
Adanya seks bebas ini di kalangan pelajar tersebut, lanjut dia, karena dipengaruhi bebereapa faktor diantaranya gaya hidup dan tuntutan hidup. Sebagian dari anak-anak jaman sekarang tersebut mau ikut trend, sementara tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi orang tuanya. Ada juga yang karena tuntutan hidup sementara dia sendiri jauh dari keluarga.
Sekretaris Dinkes Jayawijaya, Monika Mallisa, S.KM, M.KM menyatakan pihaknya dari dinas kesehatan Kabupaten Jayawijaya melaksanakan kegiatan pertemuan Kolaborasi TB-HIV bersama Komisi Penanggulangan AIDS untuk mencari kesepakatan antara dinas kesehatan dan KPA guna menurunkan infeksi TB dan HIV.
Kepala PKR Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Inge Silvia ditemui media di PKR Merauke mengungkapkan bahwa dari 7.352 orang yang menjalani VCT sejak Januari-Mei 2024, tercatat 42 orang ditemukan terpapar atau positif terinveksi HIV. Dari 42 orang yang positif HIV ini, dengan pintu masuk yakni lewat ibu hamil 2 orang, hubungan seks 27 orang, TBC 4 orang, PITC 8 orang. Dan WBP 1 orang.
Kata Reynold, 98 persen transmisi penularan kasus HIV di Timika melalui hubungan seksual. Kemudian, 60 persen dari kasus HIV di Kabupaten Mimika diidap oleh penduduk Orang Asli Papua (OAP).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, Rabu (25/10/2023) menyebut tahun ini Dinas Kesehatan mencoba mendekatkan pelayanan kesehatan, pemeriksaan sirelogi di Puskesmas, karena tadinya dilakukan di rumah sakit. Sudah hampir 800 orang kata Reynold yang saat ini sudah minum obat ARV.
Wakil Bupati Merauke H. Riduwan, S.Sos, M.Pd yang juga sebagai Ketua Harian KPA Kabupaten Merauke mengaku prihatin dengan dukungan peganggaran terhadap penanganan HIV di Kabupaten Merauke. Disisi lain, jumlah pengidap HIV-AIDS di Kabupaten Merauke dalam beberapa tahun terakhir ini menunjukan trand kenaikan.