Sembahyang Tawur Agung ini, jelas Wira mempunyai makna untuk menjaga keharmonisan antara bhuana agung (alam semesta) dengan bhuana alit (umat manusia). Dalam upacara ini dibuatkan caru (persembahan). Pecaruan sendiri m
Ketua Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Mimika, I Nyoman Dwitana menjelaskan, kegiatan ini berkiblat pada ajaran Hindu tentang tiga penyebab kesejahteraan yang merupakan kearifan lokal Bali yang menekankan hubungan harmonis antara manusia, Tuhan dan alam, yang disebut Tri Hita Karana.
Komang menjelaskan Catur Brata Penyepian adalah ritual tahunan yang memiliki spirit kultural yang berisi 4 larangan. Ritual ini harus dilakukan tanpa ada bunyi pengeras suara dan tidak menyalakan lampu pada waktu malam hari.
Umat Hindu di Tanah Papua, merayakan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1945, di Kota Jayapura, Sabtu (29/4). Perayaan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1945, itu turut dimeriahkan dengan barbagai tarian adat, khas Bali.