"Bila Papua Damai, masyarakat Papua bisa fokus menjalankan roda perekonomian, sehingga suatu saat nanti Papua akan sejahtera. Masyarakat Papua dapat bersekolah dan terpenuhi kebutuhan dasarnya serta berkecukupan karena Papua tanah yang diberkati dan tanah yang kaya. Oleh karena itu, harus dikelola bersama untuk dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Papua," jelas Pangdam.
Kegiatan ibadah Brigjen TNI Thevi beserta rombongan tersebut merupakan kegiatan rutinitas yang dilakukan pada setiap Minggu berkeliling atau bersafari ke Gereja-Gereja di wilayah Jayapura tanpa mamandang denominasi Gereja tertentu saja, namun di seluruh Gereja-Gereja.
Ibadah minggu ini dipimpin oleh langsung Ketua Jemaat Pdt. M.P.A. Maury S.Th. Usai rangkaian Ibadah, dalam sambutannya Kasdam Brigjen TNI Thevi A Zebua mengungkapan bahwa hari ibadah Minggu pada tanggal 10 November tersebut bertepatan Bangsa Indonesia memperingati sebagai Hari Pahlawan.
Kegiatan ibadah yang dipimpin oleh Pdt Susi Patty S.th.,M.Sc. ini tampak terlihat khidmat. Selanjutnya saat didaulat memberikan sambutannya Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Thevi A Zebua mengungkapkan rasa syukurnya karena komitmennya untuk selalu beribadah bersama masyarakat di Jayapura yang sekaligus membawa Tim Vocal Grup dapat berjalan sesuai harapan.
Usai prosesi ibadah, Kasdam menyempatkan memperkenalkan diri secara singkat kepada para Jemaat Gereja. Pada kesempatan ini Kasdam menuturkan kepada Jemaat Kingmi Allah Ninom bahwa dirinya akan meneruskan programnya yaitu berkeliling mendatangi Gereja-gereja untuk beribadah.
Menurutnya, Kodam XVII/Cenderawasih bersama masyarakat bertugas menjaga dan menghadirkan kedamaian serta menjaga ketentraman di seluruh Tanah Papua. Seperti halnya saat Indonesia beberapa waktu lalu menerima kunjungan Paus Fransiskus yang mengajak untuk membawa kedamaian di muka bumi dan cinta kasih bagi seluruh umat.
Dalam rangka menjalin persaudaraan dan kekeluargaan, Kasdam XVII/Cenderawasih menyempatkan diri untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat Kepala Staf Kodam yang baru.
Ini adalah wujud dari gereja yang tidak hanya memperhatikan aspek rohani, tetapi juga mempersiapkan umatnya dalam keterampilan yang praktis dan relevan dengan dunia kerja dan pendidikan saat ini.Dimana Gereja tidak hanya menjadi tempat peribadatan, tetapi juga menjadi rumah pendidikan dan pengembangan kualitas manusia.
Paus meyakini bahwa perjumpaan antar agama-agama bukan terletak pada kesamaan dari doktrin dan pengakuan agama tertentu. Melainkan justru menerima perbedaan doktrin masing-masing agama itu sendiri.
Pj Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakan atas nama pemerintah Jayawijaya sampaikan selamat dan sukses kepada badan pengurus yang baru dilantik. Ia percaya pelantikan ini sebagai tanda awal kesiapan bapak ibu, bersama-sama dengan pemerintah daerah sebagai mitra kerja.