Pemusnahan dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Polres Keerom, AKP Amir Mahmud didampingi Kasiwas Polres Keerom, AKP Abdul Ketep, Kasat Intel Polres Keerom, Iptu Samuel Yunus bersama Kejaksaan Negeri Jayapura, Jane Sabatris Waromi dan Advokat Max Supadi Malui.
“Statusnya masih penyelidikan, tapi kami terus berkoodinasi, serta melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut," kata Sulistyo Wibowo kepada Cendrawasih Pos, Rabu (11/10).
Saat dikonfirmasi Kapolres Keerom AKBP Christian Aer, melalui Kasat Sabhara Polres Keerom AKP Sandry Hutabarat membenarkan jika tim Patroli Polres Keerom telah melakukan penangkapan pelaku yang diduga membawa ganja.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Papua, Anthonius Ayorbaba menyampaikan untuk program penerimaan CPNS tahun ini, Kemenkumham Papua hanya mendapatkan 6 kuota. Jumlah tersebut merupakan kuota yang ditentukan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenkumham RI.
Dari tangan pelaku berinisial SI, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa ganja kering seberat 113 gram. Narkotika tersebut ditemukan oleh Petugas Jaga, pada saat melakukan pengontrolan blok hunian warga binaan, di Lapas Abepura.
Ini seperti yang diungkapkan Kapolsubsektor Skouw Ipda Alexander Yarisetouw kepada wartawan. Ipda Alex menerangkan, Rabu sore tepatnya sekitar Pukul 18.40 WIT, personel gabungan TNI-Polri dan Bea Cukai di Skouw perbatasan RI-PNG kembali mengamankan dua orang dengan kasus yang sama yakni ganja.
Kapolres Keerom AKBP Christian Aer, melalui Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Zakaruddin, mengatakan, pihaknya mendapatkan beberapa barang bukti berupa 16 bungkus ganja siap edar.
Seperti yang diungkap Satgas Yonif 122/TS yang mengamankan 462 gram paket ganja di perbatasan RI-PNG. Diakui jalur tikus atau jalan tak resmi masih sering digunakan untuk memasukkan barang haram tersebut ke Jayapura.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Keerom bersama dengan TNI/Polri sedang gencar melawan peredaran ganja di Kabupaten Keerom. Berbagai upaya terus dilakukan, seperti penangkapan, penindakan serta sosialisasi.
Pemerintah dan TNI/Polri tidak sendirian, organisasi Granat Keerom juga intens memerangi ganja dengan menyambangi pihak-pihak sekolah tingkat SD, SMP dan SMA untuk memberikan edukasi terkait bahayanya ganja di kalangan pelajar.