Bersamaan dengan launching ini, DBL Indonesia akhirnya resmi membuka DBL Academy Jakarta, yang sebelumnya sempat menjadi tempat pemusatan latihan DBL Camp pada bulan Mei lalu. Berlokasi di salah satu proyek Astra Land Indonesia yaitu Asya,
Yup, mental juara kembali diperlihatkan oleh tim basket putri SMA Asisi Sentani pada partai final Honda DBL with Kopi Good Day Papua 2026. Menghadapi SMA Teruna Bakti, Asisi Sentani tampil tenang dan disiplin hingga akhi
Kolaborasi ini tentunya diharapkan menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta basket dan penggemar budaya anime dan olahraga di Jayapura. Melalui booth eksklusif Honda x Dandadan, Honda menghadirkan secara eksklusif Hon
Melalui ajang ini, diharapkan lahir generasi Jayapura Emas yang sehat, berkarakter, berprestasi, serta mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Kepada para atlet pelajar yang berlaga, Abdul Majid berpesan
PIC Honda DBL Papua, Dedy Marfianto dalam technical meeting (TM) menyampaikan beberapa regulasi mulai dari kostum, penjurian, musik yang digunakan serta hal teknis lainnya. Dedy berharap para peserta bisa memahami aturan
Smanpat Jayapura (julukan SMAN 4) dipastikan tampil full team dengan mengirim tim basket putra dan putri mereka. Basket cewek dan cowok Smanpat tahun ini melakukan persiapan yang cukup panjang. Mereka yakin bisa melangka
Roadshow tidak hanya sebagai ajang perkenalan tim basket dan dance masing-masing sekolah. Namun Astra Honda Papua juga memberikan edukasi penting soal cara mengendarai motor dengan benar atau safety riding.
Ada yang berbeda tahun ini, SMAN 5 jauh lebih percaya diri bila dibandingkan tahun lalu. Persiapan yang panjang membuat SMAN 5 mulai mematok target tinggi.
Tak tanggung-tanggung, SMAN 5 sudah latihan sejak DBL 2025 berak
Ia mengaku SMA ASISI memberikan dukungan penuh kepada murid mereka untuk mengikuti berbagai iven seperti DBL. Apalagi SMA ASISI memiliki catatan apik pada iven basket terbesar antar pelajar tersebut.
Ia mengaku SMA Asisi memberikan dukungan penuh kepada murid mereka untuk mengikuti berbagai iven seperti DBL. Apalagi SMA Asisi memiliki catatan apik pada iven basket terbesar antar pelajar tersebut. “Kita sekolah terus
Ada sejumlah fakta menarik dalam penyelenggaraan DBL Camp tahun ke-16 ini (harusnya tahun ke-18 tapi dua tahun terhenti karena pandemi). Dalam skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2025 terlihat bahwa semangat mempe
Tahapan seleksinya juga berjalan sangat kompetitif. Setelah menjalani pelatihan secara intensif selama tiga hari di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta sejak Selasa (29/4). Ratusan peserta (131 putra dan 131 putri) disar
Pada kuarter pertama, Smansa sudah lending 5 bola, 16-6. Pada kuarter kedua, Smansa tetap menjaga keunggulan mereka 34-16. Pada kuarter ketiga, SMA TB sempat memangkas jarak menjadi 48-39. Namun pada kuarter terakhir, Smansa menemukan kembali momentum mereka dan menutup pertandingan dengan dengan skor 72-55.
Untuk final basket putra menyajikan derby Kota Jayapura, atau final all Kota Jayapura yang mempertemukan sang juara bertahan SMA YPPK Teruna Bakti dengan SMAN 1 Jayapura. SMA TB julukan SMA Teruna Bakti kembali ke final setelah berhasil mengalahkan basket SMA YPPK Agustinus Sorong pada babak fantastic four dengan skor 77-54.
Pelatih kepala basket Smansa Merauke, Yonas Tangdiesak mengaku belum puas dengan performa anak asuhnya. Meski menang telak, ia mengaku timnya masih memiliki kekurangan. “Defense kita perlu diperbaiki lagi, kalau offence sudah lumayan bagus. Fisik pemain juga masih kurang bagus, semoga pada pertandingan berikutnya lebih baik lagi,” ungkap Yonas usai pertandingan.
Sebuah lonjakan yang mengesankan bagi Papua Series, mengingat pada DBL Camp 2019, hanya dua pemain yang berhasil masuk ke dalam Top 50 Campers. Bahkan, pada DBL Camp 2022, tidak ada satupun wakil dari Papua yang berhasil masuk ke dalam daftar tersebut. Namun, pada DBL Camp 2023, Papua Series berhasil mengirimkan 3 pemain ke dalam Top 50 Campers, menunjukkan tren positif yang terjadi.
Gelar juara ini menjadi ketiga bagi SMA TB, atau kedua secara beruntun. Mereka juga pernah sekali menjadi runner up. Sebaliknya, tampil di final menjadi prestasi terbaik bagi Smanda Merauke julukan SMAN 2 Merauke.
Basket Smansa Wamena sebenarnya memiliki materi pemain cukup baik. Hanya saja anak-anak asal Kota Dingin itu tampil kurang percaya diri. Mental sangat dibutuhkan dalam pertandingan seperti ini.
Ratusan jagoan basket tingkat pelajar terpilih itu mewakili 31 kota dari 23 provinsi dari Aceh hingga Papua. Mereka akan menerima pelatihan oleh sederet pelatih-pelatih top kaliber dunia dari World Basketball Academy (WBA) Australia.