Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura memperkirakan kondisi ini akan terjadi hingga satu pekan ke depan. Untuk itu masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor di daerah lereng atau perbukitan.
"Berdasarkan informasi terkini, Siklon Tropis Trami terpantau berada di Perairan timur laut Filipina, yang menyebabkan terbentuknya wilayah konvergensi di Samudra Pasifik Barat yaitu di wilayah Perairan Utara Indonesia," jelas Heri.
“Kami selalu memberikan imbauan kepada masyarakat terutama dengan cuaca yang ada saat ini, kita diharapkan selalu menjaga, kalau kita bersih-bersih lingkungan, kebun, sampah, kalau api masih menyala jaga dulu jangkauannya," katanya.
Hal itu juga disebabkan karena minimnya tutupan awan serta cuaca cerah memaksimalkan radiasi matahari yang masuk ke permukaan bumi, yang menyebabkan suhu udara meningkat.
Dia menjelaskan berdasar permodelan iklim Representative Concentration Pathways (RCP) 8,5 tanpa upaya mitigasi atau business as usual memperlihatkan saat musim kering. Atau sekitar periode Juni, Juli, dan Agustus, hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami penurunan curah hujan kumulatif secara signifikan, dalam perbandingan dengan periode historis 1976-2005.
Oleh karena itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Edward Sihotang mengimbau, kepada masyarakat Kabupaten Jayapura dalam menghadapi perubahan cuaca tetap menjaga kesehatan dengan cara berperilaku hidup bersih dan sehat, menjaga pola makan yang bergizi dan tetap rajin berolahraga.
Dijelaskan, bagi para nelayan yang sering mencari ikan di laut dan tinggal di pesisir pantai seperti di Daerah Demta dan Depapre, diharapkan tetap selalu memantau kondisi gelombang air laut. Jika memang kondisi tidak bagus, jangan memaksakan diri karena ini menyangkut keselamatan para nelayan.
‘’Untuk kapal-kapal nelayan untuk selalu waspada di bagian wilayah Timur hingga sebagian wilayah Timika. Untuk pengaruhnya karena karateristik musim kemaru ini anginnya dari Australia atau angin Timur sehingga angin kencang menyebakan gelombang tingig sebagian di Merauke,’’ katanya.
Sehingga, warga mengalami gagal panen. Akibatnya, bencana kelaparan pun tak terelakkan. Terdapat dua gudang logistik yang dibangun pemerintah. Yakni, Gudang Logistik Distrik Sinak, dan Gudang Logistik Distrik Agandugume, di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, pada, Selasa (6/8) menyampaikan bahwa penyebab gelombang tinggi, terjadi karena kecepatan angin yang terjadi di wilayah perairan utara Jayapura itu mencapai 16 - 20 knot, yang menyebabkan pergerakan arus dan gelombang.