Warga juga diminta selalu menjaga kebersihan lingkungan, dengan membersihkan drainase yang tersumbat. Jangan mengotori sungai dengan sampah serta jangan menebang pohon sembarangan.
  Ezri menjelaskan kondisi itu terjadi disebabkan karena saat ini ada gangguan atmosfer yakni adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang low equator. Dijelaskannya setelah hari ini, Jumat (10/5) umumnya kondisi cuaca dominan cerah berawan dan biasanya hanya potensi hujan pada skala lokal, hal itu diakibat karena pemanasan yang intensif terjadi pada siang hari.
’’Jadi sangat panas,’’ katanya. Suhu di Makkah yang bisa mencapai 50 derajat Celsius itu, sangat jauh di atas rata-rata suhu di Indonesia. Sebagai perbandingan, saat ini rata-rata suhu maksimal di Surabaya hanya 32 derajat Celcius. Sedangkan di Jakarta, rata-rata suhu tertingginya bisa menyentuh angka 33 derajat Celcius.
  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo menegaskan bahwa BMKG telah mengeluarkan perkiraan cuaca tersebut dan berpotensi akan berdampak di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Papua terlebih di bagian utara maupun selatan.  Â
Kondisi ini menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang air. Sejumlah pengendara sepeda motor pun terpaksa harus menghentikan perjalanan akibat hujan yang lebat dan jalanan yang dipenuhi kabut.Â
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa meskipun cuaca di Indonesia sejak beberapa waktu lalu cukup panas, tetapi tidak ada indikasi gelombang panas menerjang.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo menjelaskan bahwa imbauan tersebut ditujukan kepada warga yang sedang menikmati liburan khususnya di pinggiran pantai.
  Karena itu, dia meminta masyarakat di Kota Jayapura untuk memperhatikan kebersihan lingkungannya terutama dari sampah-sampah yang memenuhi saluran air di kawasan pemukiman masing-masing.
Dia menyebut sejumlah wilayah yang terkena dampak bencana banjir di Japsel itu, mulai dari SMA 4 kota Jayapura, Wilayah PTC Entrop, Hamadi Rawa, Argapura Bawa, Hamadi Angkatan Laut. Kemudian di Entrop juga terjadi Pohon tumbang dan menimpa satu unit mobil.
  Banyak kendaraan warga yang terpaksa dipindahkan ke lokasi yang lebih tinggi dan warga sibuk mengemas pakaian maupun perabot rumah tangga dan peralatan listrik. Ada juga rumah warga yang sudah kemasukan air akhirnya langsung dikuras dengan menggunakan ember atau gayung.