Budaya tersebut merupakan peninggalan nenek moyang yang secara turun temurun diturunkan kepada semua sebagai generasi penerus. Agar budaya itu tidak punah. Akan tetapi dalam kenyataanya banyak sekali generasi muda yang kurang peduli dengan budaya peninggalan nenek moyang.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Yohanes Walilo menyebut, Festival Noken dengan tema ‘Mother of Heart’ adalah merayakan kekayaan budaya Papua dengan penuh semangat dan kehangatan.
Museum Noken dibangun hingga selesai pada tahun 2013 dengan dana pembangunan museum noken bersumber dari APBN yang dianggarkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
 "Tidak ada manusia yang tidak memiliki kebudayaan, setiap suku dan bangsa-bangsa yang ada di dunia ini, memiliki kebudayaannya masing-masing. Bahkan ilmu pengetahuan sekalipun lahir dari kebudayaan, dari pengalaman hidupnya, dari perilakunya, dari apa yang ditemui dalam komunitas," kata Frans Pekey, dalam sambutannya saat penganugerahan kebudayaan di Kota Jayapura, Senin (20/11).
 Selama ini biji pinang jika dicampur dengan kapur akan memberi efek merah yang cukup pekat dan memiliki daya rekat yang sangat kuat jika sudah menempel. Dari cairan biji pinang ini Syafiuddin yang juga seorang seniman menuangkan campuran biji pinang sebagai bahan pengganti cat pada lukisannya.
Pj Gubernur Papua Apolo Safanpo mengungkapkan bahwa festival yang digelar ini sebagai sarana untuk menggali seluruh potensi baik seni maupun kebudayaan leluhur kita untuk dikembangkan dan diwariskan kepada generasi masa datang.Â
Pelaksanaan Defile Budaya Nusantara menurutnya akan dilaksanakan pada Kamis, (23/11) mendatang dan dipusatkan pelaksanaanya di lokasi utama STC Papua di Ex. Pelabuhan BMJ, Kampung Samau, Biak Kota. Sedangkan Parade Budaya Nusantara dilaksanakan pada Senin, (27/11) dengan mengambil titik star depan Kantor Telkom Biak dan finish di lapangan Cenderawasih Biak.Â
   Asisten I Bidang Pemerintahan Umum dan Otsus Setda Provinsi Papua Selatan Agustinus Joko Guritno, atas nama Gubernur Papua Selatan saat membuka kegiatan tersebut mengungkapkan festival yang dilaksanakan ini dalam pembinaan dan pelestarian seni dan budaya yang ada di provinsi Papua Selatan.Â
 Festival Budaya Sejuta Rawa ini terbilang unik lantaran dilaksanakan parade masyarakat dengan mengunakan perahu diatas rawa. Kabupaten Mappi yang dikenal dengan kota sejuta rawa mulai menampilkan potensi -potensi alam daerah dan diperkenalkan ke kanca Nasional maupun internasiol.
  Kepala SMA Negeri Karubaga, Tiep Yigibalom, S.Pd  mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan bernuansa budaya dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-59 bertujuan untuk membangkitkan rasa cinta generasi muda Tolikara terhadap daerah dan negara.