Bupati Hengki Yaluwo menjelaskan, pengumuman ini sengaja tidak dilakukan di kantor bupati untuk menghindari terjadinya anarkis dari para honorer yang namanya belum masuk dalam daftar ini.
Penjabat Gubernur Papua Selatan Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST, MT direncanakan mengunjungi tapal batas RI-PNG di Kabupaten Boven Digoel tepatnya di Distrik Kombut dan Distrik Yetetkun, hari ini Selasa (20/6).
Bupati menjelaskan, dengan pelantikan ini maka jumlah pengawas dan auditor yang dimiliki Pemkab Boven Digoel saat ini sebanyak 23 orang. "Dengan pelantikan ini, maka kita sekarang memiliki 23 auditor dan pengawas yang sebelumnya tinggal 7 orang," tandas bupati.
Kapolres Boven Digoel AKBP I Komang Budhiarta, SIK saat dihubungi lewat telpon selulernya, Jumat (16/6) membenarkan pemusnahan yang telah dilakukan tersebut. ‘’Kemarin barang bukti berupa 116 batang pohon ganja telah kita musnahkan dengan cara dibakar,’’ tandas Kapolres.
Ladang ganja tersebut ditemukan pada saat tim gabungan dari Satgas Yonif 725/Woroagi dan Bea Cukai Merauke melaksanakan patroli wilayah di sekitar kawasan hutan KM 56, Distrik Sesnuk.
Rilis Humas Polres Boven Digoel yang diterima media ini, Minggu (11/6) terungkap, informasi kebakaran itu diterima piket penjagaan Polres Boven Digoel sekitar pukul 20.40 WIT. Mendapat laporan Polisi langsung terjun ke lapangan dipimpin piket perwira Pengawas Kasat Reskrim Ipda Nunut Simanjuntak, S.Tr.K dan Polsek Mandobo.
Kapolres Boven Digoel AKBP I Komang Budhiarta, SIK dalam arahannya meminta kepada seluruh personel Polres Boven Digoel untuk melaksanakan tugas dengan baik sehingga upacara seperti ini tidak harus dilaksanakan bila seluruh personel yang ada mengikuti aturan yang ada.
Ketua KPU Provinsi Papua Selatan Theresia Mahuze, SH, mengungkapkan, pengambilalihan tugas dan wewenang KPU Kabupaten Boven Digoel tersebut karena jumlah anggota yang tersisa 2 orang tidak lagi kuorum untuk mengambil keputusan.
Serda Kaize menyampaikan bahwa Dalam kegiatan Posyandu tersebut, pihkanya melakukan pemantauan tumbuh kembang balita, sebagai upaya untuk memantau perkembangan sekaligus mengidentifikasi adanya gangguan pertumbuhan sejak dini Stunting.
"Tujuan dari berkebun, sebagai salah satu cara untuk memotivasi masyarakat asli Papua di wilayah binaan agar semangat dalam berkebun memanfaatkan lahannya, tidak harus dilahan yang luas, karena jika diberdayakan secara maksimal, hasilnya bisa melimpah, serta dapat dijual untuk meningkatkan pendapatan," kata Dansatgas.