Guna mencegah peredaran Minuman Keras ilegal di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/Woroagi berhasil amankan 5 orang bersama barang bukti 31 botol minuman keras ilegal saat melintasi Pos 1/A Upkim di Kampung Upkim, Distrik Waropko, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (19/7.
Dansatgas Yonif 725/Woroagi Letkol Inf Syafruddin Mutasidasi, S.E, dalam release tertulisnya diterima media ini, Sabtu (16/7), mengungkapkan, perbaikan PLTA di Kampung Tetop, Distrik Iniyandit, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan ini setelah 2 tahun tidak beroperasi karena mengalami gangguan.
Kasat Narkoba Polres Boven Digoel Iptu Irwan, S.Sos sebagai narasumber sosialisasi tentang bahaya Narkoba dan Miras kepada siswa siswi anak didik baru mengatakan, generasi muda harus paham dan menghindari hal - hal yang akan merusak masa depan dan kesehatan seperti narkoba dan Miras.
‘’Ada 23 roda dua yang lakukan pelanggaran,’’ katanya. Dari 23 pelanggar tersebut, terbanyak adalah mereka yang tidak menggunakan helem, tidak memiliki SIM, tidak membawa STNK dan pelanggaran lainnya.
‘’Untuk KPU Kabupaten Boven Digoel, sudah resmi kita ambil alih setelah mendapatkan surat dari KPU RI Nomor 507 tahun 2023. Pengambilalihan tugas dan wewenang ini karena jumlah komisioner KPU Boven Digoel saat ini tinggal 2 orang setelah ketuanya terpilih dan dilantik menjadi Komosioner KPU Provinsi Papua Selatan.
Serka DD Manaku mengatakan, program ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Boven Digoel dalam penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak yang ada di Kampung Asiki, Distrik Jair.
Komandan Satgas Letkol Inf Syafruddin Mutasidasi, SE dalam rilisnya diterima media, Rabu (21/6) menuturkan, tim kesehatan Satgas Yonif 725/Wrg khususnya Pos Koki C/Camp Modern menggelar pelayanan kesehatan dengan tujuan untuk menjaga dan memastikan kondisi kesehatan masyarakat binaan.
"Saya mau tegaskan bahwa bagi pimpinan OPD yang tidak mendukung penataan dan penertiban aset kita, maka siap-siap untuk kita evaluasi," tandas Bupati Hengki Yaluwo, di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Senin (19/6).
Pasalnya, selama ini, anak-anak yang ada di tapal batas negara ini kesulitan untuk memperoleh akses buku-buku bacaan untuk menambah pengetahuan dan wawasan mereka tentang Indonesia.
Ketua KNPI Boven Digoel, Marten Luter Wambarop menjelaskan, pihaknya kecewa karena tidak bisa bertemu langsung dengan Pj Gubernur Papua Selatan untuk menyampaikan sejumlah permasalahan yang terjadi di Boven Digoel saat ini.