"Saya mendapat informasi soal banyak anak-anak di kampung ini dan kami coba membantu. Saya pikir ada hal yang harus dipersiapkan dan kita berbicara soal masa depan Papua nantinya," jelas Juliana Waromi di Ayapo kemarin.
Sekretaris Dinas Kesehatan Papua Aaron Rumainum menjelaskan dana sebesar itu dialokasikan untuk memberikan makanan tambahan kepada balita yang mengalami masalah gizi.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Nerius Auparai, mengungkapkan bahwa dalam Posyandu prima itu ada berbagai kegiatan yang dilakukan, baik Posyandu bagi balita, remaja dan Lansia dilakukan di komplek kantor BKKBN.
 Hal ini dipicu karena beberapa faktor, diantaranya minimnya pasokan makanan bergizi bagi Ibu hamil, dalam 1.000 hari pertama kehidupan, kemudian rendahnya kesadaran pola hidup yang sehat, pola asuh yang tidak berjalan baik, serta fasilitas kesehatan yang terbatas.