Kapolres Jayawijaya AKBP. Heri Wibowo, SIK menyatakan banyaknya remaja yang terlibat dalam kriminalitas dalam Kota Wamena ini perlu ada kerjasama dalam melakukan pembinaan terhadap mereka, khususnya anak sekolah.
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba AKP F Taborat, SH menyatakan jika kasus penangkapan dua wanita penjual miras saat ini sudah dilimpahkan dari Polsek Wamena kota ke Sat Narkoba Polres Jayawijaya, sehingga intinya pihaknya akan menindak lanjuti kesepakatan yang telah dibuat bersama dengan masyarakat.
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, menyatakan jika masalah yang ada di Dinas Pendidikan tidak sama dengan yang ada di Dinas Kesehatan, dimana kalau untuk Dinas Kesehatan dan RSUD Itu dananya ada tidak diinput dalam APBD induk, namun untuk Pendidikan itu dananya ada hanya saja penyerapannya yang masih rendah.
Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Jayawijaya Kenius Tabuni menyatakan saat ini ada kenaikan 1 persen dari perekaman yang dilakukan di 7 Distrik dari rencana awal 25 Distrik, sebab ditahun lalu perekaman yang dilakukan baru mencapai 30 persen, namun kini sudah mencapai 31 Persen.
“Provinsi Papua pegunungan merupakan provinsi terakhir yang kami kunjungi dari Provinsi Pemekaran yang ada di Tanah Papua, kami Komisi IX satu –satunya yang melakukan kunjungan kerja di wilayah daerah otonomi baru dari Provinsi Papua dan Papua barat,”ungkapnya Rabu (4/10) di Gedung Aithosa Wamena.
Kepala Dinas Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber daya Mineral Provinsi Papua pegunungan Dr.Abisay Kogoya Spd, MSi menyatakan hari ini pihaknya melakukan pelatihan pemanfatanan ekstrak buah merah, sebagai bahan atau sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomis yang bisa di jumpai di pertokoan maupun kios.
“Dari Pelaku H sebagai Kurir kita dapat 10 botol Miras dalam jok motornya, kita kembangkan sampai kerumah pemilik atas nama I sehingga mendapat tambahan miras 100 botol miras ukuran 600 ml sehingga pelaku yang kita amankan saat ini nantinya kita juga akan melakukan koordinasi dengan ketua Paguyubannya,”ungkapnya Selasa (3/10) kemarin.
Bupati Jayawijaya, Jhon Ricard Banua, SE, MSi menyatakan, pelantikan kepala sekolah (Kepsek) yang belum definitif harus ada laporan klarifikasi dari dinas Pendidikan terlebih dahulu sebagai dasar informasi untuk mengambil kebijakan pelantikan tersebut agar tidak menimbulkan masalah dikalangan sekolah.
Hingga saat lapangan terbang tersebut masih sulit untuk dibersihkan dari longsoran, sebab material longsor itu taknya tanah melainkan ada bebatuan besar serta pohon –pohon yang berukuran besar, oleh karena itu masyarakat meminta kepada pemerintah kabupaten Yahukimo untuk mengirimkan alat berat guna membersihan material agar pesawat bisa masuk kembali kesana.
Kapolres Jayawijaya AKBP. Heri Wibowo, SIK mengakui jika untuk korban telah berhasil di identifikasi dan kini yang bersangkutan sudah di ambil keluarganya dari RSUD Wamena untuk di semayamkan dan nantinya akan dilakukan pemakaman, sementara untuk para pelaku pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari saksi –saksi.