“Harus mengerti bagaimana budaya atau kebiasaan hidup kita di Papua, yang datang bertugas di tanah ini harus memahami itu. Sehingga tidak ada lagi cerita terjadi salah prosedur atau salah praduga bahwa ini OPM lalu ditahan, sebab itu yang memmicu keribuatn di Papua,” sambungnya.
"Yonif 614/RJP nantinya akan bertugas di wilayah Kabupaten Lanny Jaya dan Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan serta Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua," ujarnya di sela sela pimpin upacara penerimaan Satgas Pamtas baru tersebut.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar menegaskan hal itu saat diwawancarai oleh awak media di Jakarta. Tidak peduli tamtama, bintara, atau perwira, semua akan ditindak bila terbukti bersentuhan dengan praktik judol.
Berdasar data dan informasi yang diterima dari Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) 751/VJS, operasi perebutan Bandara Agandugume dikomando secara langsung oleh Dankolakops Korem 173/PVB Brigjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia.
Kapolsubsektor Erambu Aipda Andi Baso, bahwa sasaran patrol;i dan razia minuman keras lokal tersebut adalah Kampung Toray dan Erambu karena hasil penyelidikan masih ditemui orang mabuk karena Miras.
Ini setelah dilaksanakan musyawarah dan mufakat hibah tanah seluas 100 X 100 meter untuk Koramil Bibida Kodim 1703/Deiyai yang dihadiri Dandim 1703/Deiyai Letkol lnf, l Wayan Deddy Suryanto dan sekitar 100 orang warga setempat.
Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Bayu Kriswandito, turut mendampingi dalam peninjauan ini. Selain itu, Dansatgas BKO Hanpangan Kementan RI Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Kasiter Kasrem 174/ATW Kolonel Inf Lamberth J. Mailoa, S.E ikut mendampingi melakukan peninjauan lokasi.
Tim dari TNI Polri masih bekerja di Paniai untuk menekan dan menangkap pentolan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang masuk dalam chek list. Satu sosok utama yang menjadi catatan Polda adalah kelompok Undius Kogoya. Kelompok yang kerap berulah dan mengganggu keamanan wilayah.
Kasus terakhir bahkan menyeruak ketika salah satu pasangan anggota Polri yang harus mengalami nasib naas, dan tidak terkontrol akibatnya merenggang nyawa, dan berdampak langsung pada anak-anak mereka.