Menyikapi peristiwa itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengeluarkan pernyataan sikap yang berisi tujuh poin penting. Salah satu adalah meminta Presiden RI, Prabowo Subianto, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap ta
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula ketika personel militer mendeteksi pergerakan mencurigakan pada malam hari. "Personel yang sedang melaksanakan tugas pengamanan
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia di Rumah Sakit Yowari. Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan
Ia diduga disenggol mobil TNI yang ketika itu sedang berjalan beriringan menuju pada Minggu (14/6) sekira pukul 20.56 WIT. Mirisnya meski kejadian ini sudah seminggu terjadi namun ia tidak juga mengetahui siapa yang menabrak. Beberapa kali
Menurut Thomas, pandangan yang disampaikan Komnas HAM merupakan isu yang sangat penting dan krusial dalam diskursus hukum serta perlindungan HAM di Indonesia.Ia menilai, secara prinsip hukum, setiap anggota militer yang melakukan tindak pid
"Saya ingin menyampaikan bahwa TNI itu susah untuk diperiksa. Sebagai pimpinan Komnas HAM, saya mengatakan TNI itu susah untuk diperiksa," ujar Frits di hadapan massa. Ia menjelaskan bahwa kesulitan ini terjadi karena struktur hukum interna
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XV/Ngalum Kupel menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Prosesi kembalinya merek
Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, menegaskan bahwa TNI tidak terlibat dalam isu dugaan penculikan aktivis lingkungan Yasinta Moiwend atau Mama Sinta yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Ia menye
Kopi Tua beberapa kali melakukan aksinya disini mulai dari pembunuhan aparat keamanan, penyerangan, penembakan pesawat sipil dan menyasar warga sipil sehingga menimbulkan ketidaknyamanan warga. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan operasi tersebut dipimpin Komandan Kowip I Rutis, Barnabas Muk. Menurutnya, sekitar pukul 12.00 WIT pasukan TPNPB melakukan penyerangan terhadap rombongan yang disebut terdiri dari lebih dari