Hanya saja, di kalangan masyarakat, terutama di kalangan menengah ke bawah, semacam aca kebiasaan, bila penyakit belum parah belum mau berobat ke Puskesmas, apalagi ke rumah sakit. Bayangan masyarakat, saat periksa kesehatan, bila diketahui terdapat dipastikan akan butuh biaya berobat.
Danramil 1707-07/Elikobel Kodim 1707/Merauke Kapten Inf Nurmadi mengatakan, pendampingan Babinsa Koramil Elikobel Serda Alex Liuryaman kepada petugas Puskesmas Elikobel melaksanakan sweeping atau sidak makanan dan minuman ringan tersebut untuk mengetahui masa kadaluarsa dan memastikan setiap makanan dan minuman yang dijual disetiap kios masih layak dan baik untuk dikonsumsi.
Dalam sidak ini, dua pejabat dari Jakarta ini memastikan kelancaran kinerja pemerintahan dan kesiapan instansi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Secara umum, mereka menilai bahwa penyelenggaraan layanan publik di Mimika sudah sangat baik.
Puskesmas Waena, salah satu yang melaksanakan program itu. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis itu harus mendaftarkan melalui aplikasi satu sehat mobile atau melalui WhatsApp. Namun ternyata tidak semua masyarakat memiliki Android sehingga hal ini juga menjadi kendala tersendiri.
Karena itu pelayanannya hanya satu shift dalam satu hari sampai pada pukul 14.30 WIT. Karena itu semua jenis penyakit yang membutuhkan pelayanan di fasilitas kesehatan tersebut semaksimal mungkin dilayani. Namun apabila ada yang membutuhkan rujukan maka itu akan dilakukan.
Menurut dia, pengidap virus yang menyerang daya tahan tubuh itu diwajibkan meminum obat setiap hari seumur hidupnya sehingga dengan keberadaan puskesmas di dekat tempat tinggalnya dapat memudahkan mereka mendapatkan pengobatan.
"Bahwa pemalangan Puskesmas Komba dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak memiliki hak, karena tanah tersebut sudah bersertifikat, dan sertifikatnya Dinkes, jadi kita beli tanah itu dan sudah bersertifikat, sekarang kami menunggu pihak-pihak yang lebih berkompeten untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, " terangnya kepada Cenderawasih Pos
Karena berdasarkan data yang ia dapat dari Dinas Kesehatan Kota Jayapura, kurang lebih sebanyak 731 pasien terduga TB di Kota Jayapura dengan 50 kasus notifikasi dan 42 pasien yang telah menjalankan pengobatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jayapura, Khairul Lie menjelaskan dengan masukan yang telah pihaknya terima, yaitu fasilitas layanan kesehatan dan tenaga medis yang susah, membuat masyarakat Kampung Imsar harus berobat ke Puskesmas Genyem dengan menempuh perjalanan 4 KM, atau merogoh biaya Rp 50 ribu/orang.
Terkait bagaimana pemeriksaan kesehatan gratis, Pj. Gubernur Papua menjelaskan bahwa masyarakat yang hendak melakukan pemeriksaan kesehatan kesehatan, dapat dilakukan pada saat hari ulang tahun pada bulan itu mereka dapat memberikan kondisi kesehatan mereka.