Kegiatan diawali dengan pemeriksaan dan pengobatan terhadap masyarakat di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak. Hasil pelayanan kesehatan oleh anggota Satgas Keladi Sagu menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mengalami gangguan kesehatan seperti penyakit kulit, ISPA, dan stunting.
Tim Kesehatan Polri yang terdiri dari Bripda Muhammad Satrio Adi, A.md.Kep dan Bripda Resky Tumonglo, A.md.Kep, turun langsung memberikan pelayanan kesehatan di setiap rumah warga.
Dalam program ini, Bripka Daharun, seorang anggota Binmas Polres Puncak yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Rasaka Cartenz 2023, melaksanakan kegiatan mengajar calistung kepada tiga anak.
Pesta rakyat dalam rangka HUT Kabupaten Puncak ke-15 dan ucapan syukur 10 tahun kepemimpinan Bupati Willem Wandik diwarnai dengan bakar batu dan makan bersama. Sebanyak 315 ekor babi dikorbankan dalam acara bakar batu tersebut.
Pemkab Puncak bekerjasama dengan Bank Papua menerapkan aplikasi Payroll Gaji. Dengan aplikasi ini, maka penyaluran gaji hanya akan dilakukan di seluruh cabang Bank Papua yang ada di Kabupaten Puncak dan tidak bisa menarik dana di luar Kabupaten Puncak.
Dirinya optimis, dengan langkah yang diambil ini dapat memberikan manfaat yang baik kepada masyarakan di Distrik Sinak, termasuk kepada masyarakat di beberapa distrik pemekaran baru di sekitarnya antara lain Distrik Sinak Barat, Distrik Yugumoak, Distrik Megeabume.
 Pelayanan kesehatan gratis dalam Program Keladi Sagu dilakukan dengan cara blusukan ke setiap rumah warga. Apabila terdapat warga yang mengalami kesehatan maka tim akan segera menanganinya.
Personel Satgas Binmas Rasaka Cartenz melaksanakan Program Keladi Sagu di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Senin (22/5). Dalam program tersebut, pelayanan kesehatan diberikan kepada masyarakat yang menderita gangguan kesehatan seperti penyakit kulit, ISPA dan stunting.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady menyampaikan bahwa kasus kebakaran dua rumah ini terjadi di Pancuran Kampung Kibologome Distrik Ilaga Kabupaten Puncak, Sabtu (20/5) sekira pukul 15.30 WIT. Kabid Humas mengatakan kebakaran tersebut berawal dari adanya masyarakat yang melihat asap hitam disekitar dua lokasi rumah tersebut.
Dua warga kabupaten Puncak ditemukan tak bernyawa usai mengkonsumsi minuman keras oplosan pada Selasa (16/5). Keduanya diduga tewas akibat campuran alkohol 70 persen plus minuman energi.