Friday, March 6, 2026
27.4 C
Jayapura

Program Gentengisasi Bakal Ditangani Kopdes Merah Putih

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan program gentengisasi berbasis teknologi dengan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai motor produksi genteng nasional. Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat dengan produk yang lebih ringan, kuat, dan ramah lingkungan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, koperasi desa memiliki potensi besar dalam memproduksi genteng berbasis inovasi material. Salah satu terobosan yang dikembangkan adalah pemanfaatan campuran tanah liat dengan material turunan limbah batu bara. “Itu bisa dijadikan bahan campuran untuk menjadikan genteng berbahan baku tanah, ditambah sedikit bahan dari sisa batu bara. Hasilnya, genteng menjadi lebih ringan dan lebih kuat,” ujar Ferry.

Baca Juga :  Jadi Anggota DPR Termuda, Ngaku Terjun ke Politik karena Terinspirasi Sang Ayah

Menurutnya, penerapan teknologi dalam proses produksi akan membuat harga genteng lebih terjangkau bagi masyarakat. Presiden Prabowo, kata Ferry, melihat peluang besar dari ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah. “Genteng sebenarnya bisa diproduksi dengan harga yang lebih murah dan terjangkau melalui pendekatan teknologi baru. Apalagi bahan bakunya seperti tanah tersedia di hampir seluruh wilayah,” jelasnya.

Program gentengisasi ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengatasi persoalan sampah nasional. Pemanfaatan limbah turunan batu bara menjadi bahan campuran genteng dinilai sebagai solusi inovatif untuk mendukung ekonomi sirkular.

Ferry menyebut Presiden Prabowo memberi perhatian serius terhadap isu kebersihan dan pengelolaan sampah. Dalam waktu dekat, pemerintah akan memperkuat sistem pengelolaan sampah agar tidak lagi bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan dikelola langsung melalui fasilitas pengolahan terpadu.

Baca Juga :  Diduga Arus Pendek, Sebuah Rumah di Jalan Sosial Terbakar

Dukungan terhadap program strategis nasional ini mulai menguat di berbagai daerah. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah, Rachmawati, menyatakan pihaknya tengah melakukan verifikasi lokasi yang memenuhi syarat untuk produksi genteng berbasis koperasi. “Kami masih memverifikasi lokasi yang memenuhi untuk melakukan produksi genteng, karena kondisi geografis setiap daerah berbeda,” ungkapnya.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan program gentengisasi berbasis teknologi dengan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai motor produksi genteng nasional. Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat dengan produk yang lebih ringan, kuat, dan ramah lingkungan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, koperasi desa memiliki potensi besar dalam memproduksi genteng berbasis inovasi material. Salah satu terobosan yang dikembangkan adalah pemanfaatan campuran tanah liat dengan material turunan limbah batu bara. “Itu bisa dijadikan bahan campuran untuk menjadikan genteng berbahan baku tanah, ditambah sedikit bahan dari sisa batu bara. Hasilnya, genteng menjadi lebih ringan dan lebih kuat,” ujar Ferry.

Baca Juga :  Terkena Uap Air Laut, Atap Seng Gampang Berkarat

Menurutnya, penerapan teknologi dalam proses produksi akan membuat harga genteng lebih terjangkau bagi masyarakat. Presiden Prabowo, kata Ferry, melihat peluang besar dari ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah. “Genteng sebenarnya bisa diproduksi dengan harga yang lebih murah dan terjangkau melalui pendekatan teknologi baru. Apalagi bahan bakunya seperti tanah tersedia di hampir seluruh wilayah,” jelasnya.

Program gentengisasi ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengatasi persoalan sampah nasional. Pemanfaatan limbah turunan batu bara menjadi bahan campuran genteng dinilai sebagai solusi inovatif untuk mendukung ekonomi sirkular.

Ferry menyebut Presiden Prabowo memberi perhatian serius terhadap isu kebersihan dan pengelolaan sampah. Dalam waktu dekat, pemerintah akan memperkuat sistem pengelolaan sampah agar tidak lagi bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan dikelola langsung melalui fasilitas pengolahan terpadu.

Baca Juga :  Papua Tengah, Daerah Terbanyak Daftarkan PHPU

Dukungan terhadap program strategis nasional ini mulai menguat di berbagai daerah. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah, Rachmawati, menyatakan pihaknya tengah melakukan verifikasi lokasi yang memenuhi syarat untuk produksi genteng berbasis koperasi. “Kami masih memverifikasi lokasi yang memenuhi untuk melakukan produksi genteng, karena kondisi geografis setiap daerah berbeda,” ungkapnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya