Chriatian Aer membantah tudingan terhadap dirinya yang dianggap mengarahkan para personilnya untuk memenangkan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 2 dan paslon Bupati dan Wakil Bupati Keerom nomor urut 2 pada Pilkada 2024.
  Wakapolres Merauke Kompol Novita Dian Piterz, SIK, saat memimpin apel patroli gabungan itu mengatakan, patroli gabungan yang dilakukan ini sudah menjadi kalender Kamtibmas setiap tahunnya.
Satu yang menjadi sasaran terjadinya kemacetan adalah Jalan Yos Soedarso karena terdapat tiga gereja besar di bilangan jalan tersebut, yakni Gereja Katedral Tiga Raja, Gereja Marthen Luther, dan Gereja Torsina.
Selain itu ada kucuran darah yang keluar dari hidung. Dijelaskan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Victor D. Mackbon mengatakan Iptu Taufiq Rahim adalah anggota Polresta Jayapura yang bertugas di Polsek Abepura sebagai Kanit Binmas Polsek Abepura.
Pasca itu, Polisi bergerak cepat mengejar pada pelaku yang diduga terlibat. Sebelumnya Polisi lewat Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon sudah mewanti untuk mereka yang terlibat bisa menyerahkan diri. Namun imbauan ini tidak diindahkan sehingga dilakukan pengejaran. Polisi akhirnya mengamankan tiga pemuda yang diyakini terlibat kasus pengeroyokan tersebut.
Kapolres Jayawijaya melalui Kasi humas Ipda M Suryanto ketika di konfirmasi membenarkan adanya dua pelaku pembuat miras jenis CT yang telah diamankan sat Narkoba Polres Jayawijaya dimana salah satunya adalah seorang wanita berinisial CT (47) diamankan di Sinakma Wamena
Saat itu, korban dengan menggunakan sepeda motor dari rumahnya ke tempat kerjanya di Bandara Mopah Merauke. Aktivitas seperti ini dilakukan korban setiap paginya. Saat tiba di depan SMPN 2 Merauke, pelaku yang sedang dibonceng tiba-tiba mengayunkan parang ke arah mulut korban yang saat itu sedang dipinggir jalan. Parang itu mengenai wajah korban tepat di bagian pipi. ‘’Setelah korban terjatuh, pelaku mengayunkan parang lagi ke arah korban,’’ kata Kapolres.Â
Berdasarkan keterangan saksi Nando (29) di tempat kejadian perkara (TKP), kejadian bermula saat mobil bank sampah berjalan dari arah Koya, distrik Muara Tami menuju ke Kota Jayapura sesampainya diujung Jembatan merah sopir hilang kendali. Sehingga menyebabkan mobil oleng dan menabrak pembatas tengah Jembatan. Akibatnya mobil terbalik dan tanpak depan mobil hancur.
Dalam razia ini dipimpin oleh perwira pengawas Ipda Ponidi, dengan melibatkan personel gabungan piket fungsi Polres Keerom. Ponidi mengatakan, razia dilaksanakan meliputi pemeriksaan surat-surat kendaraan, kelengkapan kendaraan, barang bawaan.
 Hal ini dilakukan karena jangan sampai mendekat hari pencoblosan ada hal yang dapat menganggu Kamtibmas, sehingga hal ini nanti bisa mempengaruhi kelancaran Pilkada Kabupaten Jayapura yang dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024.