Selain pengamanan Pemilu fokus Polsek Abepura saat ini razia alat tajam (Sajam) dan juga barang-barang terlarang lainnya seperti narkoba, pihaknya juga melakukan razia knalpot racing. Dimana hal itu menjadi atensi khusus, baik dari pemerintah kota tapi juga aparat Kepolisian Republik indoensia (Polri)
  "Sekarang yang sedang gencar-gencarnya yang kita lakukan adalah melakukan perekaman KTP elektronik ke sekolah-sekolah. Yang sudah kita lakukan dari tahun 2021, 2022 sampai dengan hari ini," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jayapura Raymond Mandibondibo, Rabu (17/1).
 Dimana di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) telah disiapkan fasilitas khusus, mulai dari lokasi TPS, tempat duduk, hingga surat suara, tapi juga persiapan lain yang dilakukan secara khusus bagi penyandang disabilitas.
Aparat keamanan diminta selalu melakukan patroli dan sweeping, terutama di daerah merah yang ada di Sentani, guna menghindari hal- hal yang tidak diinginkan, sehingga deteksi rawan dini gangguan Kamtibmas di Kabupaten Jayapura benar-benar bisa dibaca dan dikuasai.
Dengan sudah datangnya perlengkapan logistik Pemilu Kabupaten Jayapura yang ditempatkan di Gedung Puspenka Hawai Sentani, maka KPU Kabupaten Jayapura langsung melakukan pengecekan, kemudian dilakukan pelipatan surat suara dan memilah mana saja yang rusak dan cacat.
   Ketua KPU Kabupaten Merauke Rosina Kebubun menjelaskan bahwa setelah surat suara tersebut dilipat tidak ditemukan adanya suratsuara yang rusak atau cacat. ‘’Tidak ditemukan adanya surat suara yang rusak atau cacat. Semuanya dalam keadaan bagus,’’ kata Rosina Kebubun.
Adapun program strategis tersebut menyangkut situasi HAM menuju pemilu 14 Februari 2024, menjadi perhatian Komnas HAM RI Perwakilan Papua dengan membuka posko pengaduan Pemilu bagi masyarakat.
 Penyortiran surat suara tersebut dikerjakan oleh masyarakat Kota Jayapura. Masing masing pekerja akan diberikan upah sesuai jumlah surat suara yang dilipat. "Kami mempekerjakan 240 orang untuk melipat surat suara ini, dari jumlah yang ada terbagi ke dalam 24 kelompok," jelasnya.
 Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Papua, Herman Rumbekwan, mengatakan hal ini disebabkan karena, beberapa faktor mulai dari minimnya sosialisasi dan juga dikhawatirkan di setiap TPS nanti tidak memiliki fasilitas khusus penyandang disabilitas.
  Kampanye ini dihadiri beberapa Caleg diantaranya Caleg DPR Papua, Jhony Banua Rouw, Toni Tesar dan Olvah Alhamid sebagai Caleg DPR RI, termasuk Caleg Kota, Sigit. Disini Jhony menjelaskan berbagai program yang sudah dilakukan mulai dari program rehab rumah, pemasangan jaringan listrik, jalan lingkungan, lampu jalan, pelatihan keterampilan pemuda, hingga bantuan sosial UKM.