"Akibat pemalangan ini, pekerjaan kontraktor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua terhenti selama beberapa minggu. Hingga saat ini, pekerjaan belum bisa dilanjutkan dikarenakan belum bisa memenuhi tuntutan pemilik hak ulayat dengan nominal yang belum terpenuhi," ungkap Direktur Utama PT. Air Minum Jayapura Dr. Entis Sutisna
  Menurut Entis, target 2025 ini akan mulai dikerjakan mulai bulan Maret mendatang. "Saat ini tim sedangkan melakukan pendaftaran dan survei lanjut, yang rencananya akan mulai eksen bulan tiga ini," ungkapnya.
  Penandatangan MoU ini dipimpin langsung oleh Pj Walikota, Christian Sohilait bersama Direktur PDAM Jayapura, Entis Sutisna yang disaksikan jajaran pimpinan OPD lingkungan Pemkot Jayapura.
Menurut Entis, jumlah produksi itu disesuaikan dengan permintaan pasar. Saat ini pelanggan utama produk AMDK PDAM Jayapura yakni rumah tangga, rumah makan dan beberapa hotel di Kota Jayapura.
  Hal ini dikatakan Direktur Utama PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani Entis Sutisna, dalam acara Family gathering menutup tahun pelayanan 2024 dan mengawali tahun pelayanan 2025 di Wisata OKA Pantai Hamadi, diikuti segenap Tukang Ledeng Jayapura beserta keluarga, pensiunan dan dihadiri Komisaris Utama Dr. Hana S. Hikoyabi, SPd, MKP, Komisaris Robby K. Awi, SE, MM, Direktur Umum Syors H. Ondi, SE dan Direktur Teknik Yan P. Nasadit, ST. Sabtu (18/1)pekan kemarin.
Dikatakan, pelayanan PTAMJ saat ini cukup maksimal, adapun kendala, terjadi karena berbagai faktor, salah satunya ketersediaan air yang kurang stabil. Sehingga bagi pelanggan yang merasa ada hal yang kurang dari pelayanan PTAM Jayapura dapat disampaikan ke setiap pos terdekat. Sehingga tukang ledeng Jayapura segera mengambil tindakan.
  Direktur Utama PT. Air Minum Jayapura Dr. Entis Sutisna, SE, MM, CGRM mengatakan ibadah natal itu digelar dalam rangka mempererat tali silahturahmi antar jajaran ataupun keluarga tukang ledeng Jayapura. Melalui tema natal tersebut kiranya mampu memotivasi segenap tukang ledeng untuk meningkatkan kebersamaan dan kekompakkan demi peningkatan kualitas kinerja pelayanan.
Upaya pemerintah daerah bersama PDAM Biak dan dukungan Kantor Akuntan Publik (KAP) berhasil menghapus utang sebesar Rp 12 miliar, membuka lembaran baru bagi warga Kampung Manswam hingga Mokmer di Distrik Biak Kota. Keputusan ini menjadi hadiah istimewa bagi ribuan keluarga menjelang penghujung tahun.
Beberapa opsi yang tengah dipertimbangkan oleh pemerintah daerah antara lain memberikan bantuan kepada masyarakat yang kesulitan membayar, memberikan keringanan pembayaran, atau bahkan mencari sumber pendanaan tambahan untuk membantu PDAM.
Direktur PDAM Biak, Hasael Rumabar, SE, mengungkapkan bahwa tunggakan ini sebagian besar berasal dari pelanggan perusahaan yang belum memenuhi kewajiban pembayaran air dari waktu ke waktu.