Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menjelaskan, setelah media yang berlangsung 3-4 jam itu akhirnya menemukan titik temu dengan pihak adat atau pemilik ulayat. "Mediasi yang berlangsung berjam-jam ini kita berdiskusi dan berbicara dari hati ke hati akhirnya ada titik temu," ujar Abisai Rollo.
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Kejari Jayapura, Stanley Yos Bukara dengan Direktur PT AMJ, Entis Sutisna ini, disaksikan Wali Kota Jayapura, Abisai bersama Wakil Rustan Saru, Pj Bupati Jayapura, Samuel Siriwa dan juga pihak-pihak terkait lainnya, di Hotel Horizon Ultima Entrop
Terkait efisiensi anggaran, kata Abisai Rollo Pemkot akan membahas kembali jumlah penyertaan Modal yang akan dialokasikan ke PDAM. "Kalau setiap tahunnya Rp 4,5 miliar, memang agak berat setelah efisiensi anggaran, namun ini menyangkut kebutuhan masyarakat jadi, nanti kita perlu bicarakan lebih lanjut lagi," lanjutnya.
Direktur PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani, (Perseroda) Entis Sutisna, menjelaskan bahwa perubahan badan hukum PDAM Jayapura menjadi Perseroda semata-mata dilakukan untuk memenuhi regulasi pemerintah pusat.
Direktur PT Air Minum Rohongholo Nanwani Jayapura (PTAMJ), Entis Sutisna, mengharapkan dukungan Pemerintah Kota Jayapura, khususnya dari Wali Kota terpilih Abisai Rollo dan Wakil Wali Kota Rustan Saru, untuk menyelesaikan permasalahan ini. Menurutnya, hingga saat ini PTAMJ bersama pemborong dan pemilik ulayat belum mencapai kesepakatan terkait tindak lanjut proyek tersebut.
Kepala BWS Papua Merauke Nonce Saman disela-sela running test tersebut mengatakan, pembangunan jaringan dan pengolahan air baku ini dimulai sejak tahun 2013 lalu dengan pemasangan pipa induk atau primer dari sumber air ke pengolahan tersebut berjalan 43 kilometer.
Direktur Utama PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani Entis Sutisna menjelaskan, potensi Intake Siborgonyi, mampu menambah jam pelayanan. Pasalnya, potensi intake Siborgonyi di Distrik Heram, Kota Jayapura menjadi harapan optimalisasi pelayanan air bersih bagi masyarakat pelanggan PT. Air Minum Jayapura.
Direktur PT AMJ Entis Sutisna menyampaikan bahwa masih ada warga yang kurang peduli dalam menjaga fasilitas PT AMJ, bahakan ada yang nekat melakukan pengerusakan. "Seperti di titik Kampwolker dan Bhayangkara, kami masih menemukan ada oknum warga yang melakukan sambungan ilegal khususnya di jalur Perumnas 3 Waena," ujar Entis Sutisna saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos
Direktur PT AMJ Entis Sutisna menyampaikan hingga saat ini total pelanggan PT AMJ sebanyak 39.200 sambungan, yang tersebar di dua daerah yakni, Kabupaten Jayapura sebanyak 4.000 sambungan sedangkan Kota Jayapura sebanyak 35.200 sambungan.
"Akibat pemalangan ini, pekerjaan kontraktor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua terhenti selama beberapa minggu. Hingga saat ini, pekerjaan belum bisa dilanjutkan dikarenakan belum bisa memenuhi tuntutan pemilik hak ulayat dengan nominal yang belum terpenuhi," ungkap Direktur Utama PT. Air Minum Jayapura Dr. Entis Sutisna