Friday, April 4, 2025
28.7 C
Jayapura
- Advertisement -spot_img

TAG

OTSUS

Soal Pemekaran, MRP Minta Ditunda

  “Hal itu harus dicatat oleh pemerintah pusat dan para elit di Papua. Pemekaran yang didesak itu kesalahannya ada di para elit politik Orang Asli Papua. Kalau orang Jakarta itu pihak kedua . Menurut pandangan MRP, itu salah para elit politik, para Bupati,” kata Timotius Murib di Kota Jayapura, Kamis, (17/3).

Jangan Buat Keresahan dengan Kebijakan Pemekaran

Prof Batlazar Kambuaya, pimpinan senat Universitas Cenderawasih yang juga sempat menjadi Rektor dan Menteri di masa Presiden SBY ini menyampaikan jika ada pemikiran mengenai pemekaran, meski dikaji dengan baik.

Jangan Jatuh korban, Pemprov Segera Atur Diskusi Terbuka

  Tujuan pembangunan, kata Yonas, adalah untuk  masyarakat sehingga sudah sepatutnya mereka dilibatkan  untuk  didengarkan apa yang menjadi keinginan. Dari aspirasi tersebut apakah mendukung DOB atau menolak DOB barulah dilakukan penyusunan kebijakan.

DOB Harus Dilihat dari Aspek Positif

   “Pro kontra memang ada tetapi disini negara hadir untuk melindungi serta meningkatkan kesejahteraan, keamanan dan perlindungan kepada masyarakat Papua. DOB ini hadir dalam rangka menciptakan pembangunan yang lebih baik lagi di tanah Papua. Oleh sebab itu, kita menyikapinya dengan positif dan kita ambil manfaat dari dilaksanaanya DOB tersebut,” tambahnya.

Kepala Daerah Jangan Hanya Sibuk Urus DOB

   Ia meminta para kepala daerah di Papua agar fokus untuk melayani masyarakat ketimbang sibuk dengan pemekaran. Dikatakan hal yang perlu dipahami oleh para kepala daerah di Papua bahwa, pemekaran tanpa diperjuangakan pun akan dimekarkan, karena hal tersebut adalah kepentingan negara dengan banyak pertimbangan.

Sejumlah Tokoh Adat Biak Sampaikan Aspirasi Papua Utara

Penyerahan itu dilakukan langsung oleh Tokoh Adat, Yosef Korwa, SH kepada salah satu anggota Komisi II DPR RI yang juga adalah anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, Kamarudin Watubun, SH,MH,  di Paray, Sabtu (12/3). 

Masyarakat Adat Animha Desak Pembentukan DOB Papua Selatan

Dari pantauan Cenderawasih Pos, aksi demo damai  ini diawali dari kantor Sekretariat PPS di Jalan Ahmad Yani. Masyarakat adat Animha dengan tertib melakukan long march menuju gedung DPRD Merauke. Dalam aksinya, massa terlihat membawa dua spanduk yang bertuliskan “Masyarakat Adat Animha  Mendukung Sepenuhnya Pemekaran Provinsi Papua Selatan”.

Gubernur dan DPRP Diminta Sikapi Penolakan  DOB

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., selaku ketua Forum Kepala Daerah se-Tanah Tabi menegaskan, pemekaran daerah otonomi baru merupakan satu kebijakan pemerintah  sebagai upaya untuk menjawab persoalan dasar Papua, mulai dari keterlambatan dalam pembangunan, ekonomi, pendidikan dan kesehatan. 

Tindak Lanjut Aspirasi Pendemo, DPRD Jayawijaya Surati Kemendagri

Anggota DPRD Jayawijaya, Yustinus  Asso, S.Sos., menyatakan  setelah mendapat aspirasi dari masyarakat Lapago  yang melakukan aksi demo, anggota dewan yang menerima massa telah menyusun dan sudah menyurati Kementerian Dalam Negeri. Sebab aksi yang dilakukan kemarin adalah jeritan dan harapan rakyat.

Minggu Depan, RUU DOB Mulai Dibahas

“Mulai Senin depan, kami mulai masuk dalam masa sidang ketiga periode 2022 ini. Kita akan membahas, mudah-mudahan selesai di bulan Mei dan Juni. Dimana, sudah ada  undang-undang yang menjadi dasar pembentukan 3 provinsi di sini (Papua, red) termasuk Papua Selatan,” jelas Doli Tandjung kepada awak media di Merauke, Kamis (10/3).

Latest news

- Advertisement -spot_img