Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mengatakan bahwa tren kasus Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) tahun 2024 mengalami kenaikan. Tahun 2022, ibu hamil (Bumil) yang dites sifilis sebanyak 1.864 yang positif HIV 8 orang dan positif sifilis 39 orang, sedangkan untuk Tahun 2023 yang positif HIV dan sifilis alami peningkatan yakni, positif HIV 18 dan positif sifilis 96 dari 1.531 yang dites sifilis.
"Bahwa pemalangan Puskesmas Komba dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak memiliki hak, karena tanah tersebut sudah bersertifikat, dan sertifikatnya Dinkes, jadi kita beli tanah itu dan sudah bersertifikat, sekarang kami menunggu pihak-pihak yang lebih berkompeten untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, " terangnya kepada Cenderawasih Pos
Menurut Sri Antari, berdasarkan kelurahan, wilayah paling tinggi ada di Distrik Jayapura Utara sebanyak 403 kasus, khusus penderita balita 241 sedangkan kelompok umur di atas 5 tahun sebanyak 162 kasus.
Benedicta Herlina Rahaggiar menjelaskan, tujuan dari pemeriksaan kesehatan gratis ini adalah untuk melakukan screenbing lebih awal. Karena dengan mengecek kesehatan lebih awal akan lebih baik untuk ketahui sehingga pencegahan sedini mungkin dilakukan dibandingkan jika penyakit sudah parah baru diketahui.
Masyarakat harus kembali waspada terhadap pertumbuhan kasus Tuberkulosis (TBC). Pasalnya Dinas Kesehatan Kota Jayapura mencatat tahun 2024 sebanyak 2.864 kasus yang berhasil dinotifikasi atau dideteksi.
Menurut Robby, tahun ini merupakan tahun kedua sekolah itu berdiri dan pada tahun ini pihaknya membuka kesempatan bagi sekitar 100 mahasiswa baru. Kata dia, sejak dibuka tahun lalu, respon masyarakat sangat positif terutama dengan melihat animo pada saat pendaftaran masuk di lembaga itu.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jayapura, Khairul Lie menjelaskan bahwa untuk pemeriksaan kesehatan gratis, sebanyak 21 puskesmas di Kabupaten Jayapura dapat melaksanakan program tersebut.
Menurut Ni Nyoman Antari, secara keseluruhan untuk puskesmas telah siap seperti sumber daya manusia (SDM) di mana para tenaga medis sudah terlatih melakukan pemeriksaan tersebut.
"Regulasi ini bukan berarti tidak bisa digunakan di rumah sakit, itu bisa saja berlaku dengan dua syarat. Pertama harus ada rujukan dari Fotocopy KTP dan yang kedua dalam kondisi darurat," ungkapnya. Hernawan berharap masyarakat khususnya peserta BPJS Kesehatan agar tidak mudah percaya dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari menjelaskan bahwa trend kasus HIV-AIDS tahun ini meningkat drastis dibandingkan dua tahun sebelumnya. "Untuk tahun 2022, HIV 450 kasus dan AIDS 193 total 643, tahun 2023, HIV 711 dan AIDS 79 total 790 kasus sedangkan tahun ini, HIV 895 dan AIDS 383 dengan total 1.278 kasus," ujar Ni Nyoman Sri Antari saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos di ruangan kerjanya, Kamis (13/2).