Pangdam melihat dari dekat beberapa bangunan yang sementara dalam proses pengerjaan seperti renovasi gereja, pembangunan rumah pastori, pembangunan rumah adat dan beberapa pembangunan lainnya. Beberapa pekerjaan diantaranya telah rampung dan beberapa juga masih dalam proses pengerjaan.
Dihadiri oleh Bupati Keerom, Komandan Korem (Danrem) 172/PWY, serta General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, penyalaan secara simbolis dilaksanakan langsung di Lapangan Arso, Kabupaten Keerom. Tentunya ini menjadi hadiah kemerdekaan untuk masyarakat yang belum merasakan kelistrikan yang layak selama ini.
Dalam upacara pengibaran bendera merah putih yang dilaksanakan di lapangan Sepak bola Swakarsa, Arso, Rabu (17/8) kemarin. Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP bertindak sebagai inspektur upacara. Kemudian Lettu Inf David Koynja bertindak sebagai Komandan Upacara.
Khusus untuk pameran UMKM, Pemkab Keerom menyiapkan sebanyak 48 stan bagi seluruh masyarakat Keerom yang memiliki usaha ekonomi kreatif, serta kuliner khas Kabupaten Keerom.
36 Paskibra tersebut merupakan hasil seleksi dari berbagai SMA/SMK yang ada di Negeri Tapal Batas, Keerom. Nantinya mereka akan disiapkan untuk mengibarkan dan menurunkan bendera pada upacara Peringatan Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia di Kabupaten Keerom pada 17 Agustus besok.
Sebelum pembukaan lahan dilakukan, diawali dengan prosesi adat, serta ibadah singkat. Bupati Piter Gusbager juga memberikan tali kasih kepada masyarakat adat serta 250 calon petani.
Dalam pertemuan tersebut, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dari BTM, seperti dukungan Kemensos terhadap hajatan Pesparawi 2024 yang akan digelar di Kabupaten Keerom. Kemudian terkait rehabilitasi sosial, narkoba, anak jalanan, disabilitas serta beberapa hal lainnya.
Kata Kristhina Mano, gerakan pramuka adalah sebuah wadah untuk menempa generasi emas di Kabupaten Keerom. Sebab itu, dukungan pemerintah dinilai sangat dibutuhkan dalam menjalankan program kerja organisasi. Dirinya juga meminta agar organisasi pramuka ini tidak bisa digunakan sebagai ajang kepentingan politik.
Hadir sebagai narasumber Kapolres Keerom AKBP Christian Aer, SH, SIK dan Wakil Bupati Keerom Drs. Wahfir Kosasih, SH, MH, M.Si. Kapolres Keerom menyampaikan, di Kabupaten Keerom, masalah yang kerap terjadi yakni kasus pencurian. Dimana sumber masalah ini dari Miras. "Jangan sampai Miras ini menjadi budaya, ini harus ditinggalkan," tegas Kapolres Keerom.
Apa yang sudah diletakan oleh Bupati Keerom ini merupakan sebuah catatan sejarah baru di Negeri Tapal Batas. Mengingat pembangunan kantor Bupati ini baru bisa terjadi setelah penantian panjang selama 20 tahun.