Kunker diawali di Distrik Suator, dengan menggunakan speed boat dari Senggo dengan perjalann kurang lebh 1 jam. Sementara dari Merauke ke Senggo menggunakan pesawat carteran Susi Air dengan perbangan lebih 1 jam. Â
Mulai dari proses penyaluran bersyarat tidak asal salurkan, karena DPMK melakukan fungsi control, harus taat administrasi dan penata usahanya harus bagus dan kampung sudah membuat SPJ penggunaan dana sebelumnya.
Kampung Skouw Yambe, salah satu kampung adat di Kota Jayapura yang letaknya berada di Distrik Muara Tami. Letak kampung ini cukup jauh dari pusat Kota Jayapura, kurang lebih butuh waktu sekitar 1Â jam bahkan lebih, untuk bisa sampai ke kampung yang memiliki pantai berharap langsung dengan samudra pacific ini.
“Jadi kita mensosialisasikan apa pentingnya Desa tangguh bencana itu, kemudian tujuan desa tangguh bencana dalam rangka masyarakat siap siaga terhadap kebencanaan yang akan hadir mungkin.
Terkait hal ini, Pj Bupati Jayapura Triwarno Purnomo meminta kepala pemerintahan kampung (KPK) dapat mengelola dana kampung dengan baik dan bisa dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku.
Oleh karena itu dibutuhkan peran serta masyarakat kampung untuk lebih waspada dan hati- hati. Jika ada perahu yang datang tanpa dikenali orangnya, mereka harus waspada karena ditakutkan mereka membawa barang haram untuk dijual ke kampung.
  Apa yang menjadi harapan dari Pemerintah Kota Jayapura itu sudah mulai dilakukan oleh warga kampung. Di sana ada potensi pinang dan kelapa. Dua komoditi itu setidaknya dapat didorong untuk menjadi komoditi unggulan. Tidak sekedar untuk mencukupi kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga dapat dimaksimalkan untuk pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat kampung.
  Karena itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kota Jayapura Makzi L Atanay mengingatkan para aparat kampung yang mempunyai kewenangan mengelola anggaran kampung ini agar berhati-hati dalam pengelolaan dana kampung.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Robby Kepas Awi mengatakan, melalui kegiatan ini bertujuan untuk menginformasikan kepada para aparat pemerintah di tingkat Kampung mulai, Bamuskam, sekretaris, Kepala Kampung, termasuk kaur di kampung untuk mengetahui tentang bagaimana administrasi kampung.