Dihantam Ombak di Muara Bokap, 8 Korban Berhasil Dievakuasi

ASMAT – Suasana mencekam menyelimuti perairan Muara Bokap, Distrik Atsj, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Sebuah perahu yang membawa delapan penumpang nyaris berujung maut setelah terbalik dihantam ombak ganas pada Minggu (22/3).

Peristiwa bermula saat perahu bertolak dari Kampung Taura, Distrik Fayit, menuju Agats sekitar pukul 07.00 WIT. Naas, saat melintasi ganasnya Muara Bokap pada tengah hari, hantaman ombak besar membuat kapal kehilangan kendali hingga akhirnya karam.

Laporan darurat baru diterima Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat pada pukul 19.30 WIT dari seorang warga bernama Markus.

Berdasarkan informasi tersebut, satu korban sempat diselamatkan oleh nelayan setempat dan dievakuasi ke Agats, sementara tujuh lainnya masih terombang-ambing dan hilang kontak di tengah kegelapan malam.

Baca Juga :  KM Gunung Dempo Bawa 1.481 Orang ke Jayapura

Merespons laporan kritis tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna, melalui Koordinator Pos SAR Asmat, Wagianto, langsung mengerahkan operasi penyelamatan.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Pos SAR Asmat dan personel TNI AL bergerak membelah lautan menggunakan RIB 85 PK milik Basarnas. Perjuangan menembus malam itu membuahkan hasil saat tim berhasil melacak keberadaan para korban.

“Sekitar pukul 21.30 WIT akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi selamat setelah terdampar di pesisir pantai Bokap. Selanjutnya seluruh korban dievakuasi ke Agats untuk diserahkan ke pihak keluarga korban,” jelas I Wayan dalam keterangannya, Senin (23/3/2026) pagi.

Beruntung, mukjizat terjadi di tengah cuaca ekstrem tersebut. Kedelapan korban, termasuk seorang balita berusia satu tahun, ditemukan dalam keadaan selamat. Adapun identitas delapan korban selamat masing-masing bernama; Markus (24), Eta (20), Gablea (26), Morberta (30), Goliat (35), Paulus (27), Supri (19), dan Alfin (1).

Baca Juga :  Empat Hari Belum Ditemukan, SAR Timika Tutup Pencarian Bocah Tenggelam

ASMAT – Suasana mencekam menyelimuti perairan Muara Bokap, Distrik Atsj, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Sebuah perahu yang membawa delapan penumpang nyaris berujung maut setelah terbalik dihantam ombak ganas pada Minggu (22/3).

Peristiwa bermula saat perahu bertolak dari Kampung Taura, Distrik Fayit, menuju Agats sekitar pukul 07.00 WIT. Naas, saat melintasi ganasnya Muara Bokap pada tengah hari, hantaman ombak besar membuat kapal kehilangan kendali hingga akhirnya karam.

Laporan darurat baru diterima Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat pada pukul 19.30 WIT dari seorang warga bernama Markus.

Berdasarkan informasi tersebut, satu korban sempat diselamatkan oleh nelayan setempat dan dievakuasi ke Agats, sementara tujuh lainnya masih terombang-ambing dan hilang kontak di tengah kegelapan malam.

Baca Juga :  Dua Kelompok Warga Terlibat Bentrok

Merespons laporan kritis tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna, melalui Koordinator Pos SAR Asmat, Wagianto, langsung mengerahkan operasi penyelamatan.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Pos SAR Asmat dan personel TNI AL bergerak membelah lautan menggunakan RIB 85 PK milik Basarnas. Perjuangan menembus malam itu membuahkan hasil saat tim berhasil melacak keberadaan para korban.

“Sekitar pukul 21.30 WIT akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi selamat setelah terdampar di pesisir pantai Bokap. Selanjutnya seluruh korban dievakuasi ke Agats untuk diserahkan ke pihak keluarga korban,” jelas I Wayan dalam keterangannya, Senin (23/3/2026) pagi.

Beruntung, mukjizat terjadi di tengah cuaca ekstrem tersebut. Kedelapan korban, termasuk seorang balita berusia satu tahun, ditemukan dalam keadaan selamat. Adapun identitas delapan korban selamat masing-masing bernama; Markus (24), Eta (20), Gablea (26), Morberta (30), Goliat (35), Paulus (27), Supri (19), dan Alfin (1).

Baca Juga :  Empat Hari Belum Ditemukan, SAR Timika Tutup Pencarian Bocah Tenggelam

Berita Terbaru

Artikel Lainnya