Menurutnya, seluruh sistem pelayanan Dukcapil saat ini telah berbasis teknologi informasi (IT), sehingga ketergantungan terhadap koneksi internet menjadi sangat tinggi. Akibatnya, ketika jaringan mengalami gangguan, hamp
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) terus berinovasi dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui program “Dukcapil Menyapa” dengan sistem jemput bo
Kegiatan tersebut melibatkan kepala kampung, kampung adat, kelurahan, perangkat RT/RW, hingga operator kampung di wilayah pembangunan I dan II Kabupaten Jayapura.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yus
Kepala Dukcapil Kota Jayapura, Suprianto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut ditargetkan diikuti sebanyak 35 pasangan. Namun hingga saat ini, baru 17 pasangan yang telah mendaftarkan diri.
Salah satu masyarakat Wempi Asso menyatakan banyak warga yang datang ke kantor dukcapil ini sejak pukul 06.00 Wit, dan kantor baru dibuka 08.00 wit sampai 08.30 Wit setelah petugas datang, namun dalam melakukan pelayanan
Kegiatan pencanangan tahun ini akan diramaikan dengan sejumlah agenda sosial dan pelayanan publik, di antaranya aksi bersih-bersih sampah di sepanjang Pantai Holtekamp, layanan kesehatan gratis bagi masyarakat, serta
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan dalam rangka optimalisasi dan penyegaran pemerintahan, pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikansurat tugas untuk mengisi jabatan Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahtrahan
Raymond menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor Dukcapil. Layanan ini dilakukan langsung oleh petugas rumah sakit yang telah mend
Kepala Dukcapil Kota Jayapura, Raymond J.W. Mandibondibo, menjelaskan bahwa Mace Yako merupakan pegawai virtual yang mulai ditugaskan untuk menyambut, menyapa, dan mengarahkan warga yang datang mengurus berbagai dokumen
Ketua TP PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Dewi Sartika Wonda, mengatakan bahwa pelaksanaan nikah massal yang diikuti oleh 18 pasangan merupakan hasil kolaborasi antara TP PKK, PGGJ, Dinas Dukcapil, dan Kementerian Agama.