
#Penerapan Pelaksanaan di Lapangan (TPS) Tidak Sesuai Rancangan
Pemilu juga menyisakan cerita lain, dimana pelaksanaan di lapangan yang tidak sesuai rencana. Banyak pemilih yang mengeluhkan tidak dapat hak memilih, suara sudah dicoblos, dipakai orang lain, dan sebagainya.
Steve mengatakan, menyangkut hal hal non teknis menjadi bagian evaluasi pihaknya. Sehingga dapat menyelenggarakan Pemilu dengan baik. Yang pasti, dari sisi penyelenggara sudah siap.
“Kami sadari dalam proses rekruitmen dan bimbingan teknis kepada adhoc di tingkat bawah terutama teman teman KPPS dengah waktu yang singkat, sehingga secara optimal tidak bisa menyiapkan mereka. Namun dari sisi regulasi teknis penyelenggaraan pemungutan penghitungan dan rekapitulasi suara memang kami sadari itu,” ujarnya.
Pun, beberapa kendala yang ditemukan seperti alamat rumah yang jauh dari TPS, surat suara yang sudah dicoblos dan lainnya juga menjadi bahan evaluasi bagi KPU. “Harusya warga mengadukan hal itu ke teman teman Bawaslu sebagai pengawas dalam penyelenggaraan Pemilu, kan kita telah sediakan jalurnya,” ucap Steve.
#Pembagian Undangan yang Tidak Merata ke Pemilih.
Pada pelaksanaan Pemilu, banyak warga yang mengeluhkan tak dapat undangan Pemilu meski nama mereka tercantum di daftar pemilih tetap (DPT).
Steve menyebut, semua mekanisme KPU telah mengaturnya sesuai diregulasi mulai dari UU peraturan KPU sampai petunjuk teknis dan lain lain. Hanya saja, kembali ke sikap mental manusia penyelenggara itu.
“Surat suara yang tidak dibagikan secara keseluruhan merupakan permainan yang diduga dilakukan teman teman penyelenggara di tingkat bawah, mereka ini diduga bermain mata dengan beberapa oknum Caleg. Kami sudah tahu akan hal itu, namun bukan kewenangan kami untuk menindak,” kata Steve.