Sementara itu Plt. Sekda Mamberamo Raya Sergius Doromi dalam sambutannya pada kegiatan Launcing Gerakan Orang tua Asuh Stunting Rabu (18/12 ) kemarin mengakui kasus stunting di Mamberamo Raya sesuai data cukup tinggi mencapai 40 % oleh sebab itu Pemerintah Daerah terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada OPD teknis untuk terus berkolaborasi mengambil langkah dalam penanganan dan pencegahan stunting.
Sekda berpesan makanan tambahan yang diberikan kepada anak penderita stunting, agat dapat dimanfaatkan dengan baik untuk tumbuh kembang anak agar terhindar dari stunting
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mamberamo Raya ditahun ini melaksanakan kegiatan turun ke delapan distrik yang tersebar di Mamberamo Raya untuk memberikan sosialisasi maupun pemberiaan makanan tambahan kepada keluarga beresiko stunting dan berharap ada kerjasama yang baik antara semua pihak untuk menurunkan kasus stuting yang ada.
“Gerakan ini mengajak masyarakat, khususnya yang mampu, untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang berisiko stunting. Kita ingin membangun solidaritas dan kepedulian bersama agar tidak ada lagi anak-anak yang mengalami gangguan pertumbuhan,” ujar Kepala Dinas dalam acara peluncuran yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, lembaga swadaya, dan pemerintah daerah.
Selain itu, Genting juga akan diikuti dengan upaya edukasi, pendampingan gizi, dan pemeriksaan kesehatan berkala untuk anak-anak dan ibu hamil. Pemerintah berharap, dengan kolaborasi ini, angka stunting di Mamberamo Raya dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan prevalensi stunting yang masih tinggi, program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung target nasional untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. (tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos