Firman Tuhan disampaikan oleh Penasehat Presiden Gereja Injili Di Indonesia GIDI, Pendeta Liwit Kogoya,salah satu saksi hidup penerima Injil pada masa awal. Dalam khotbahnya, ia menegaskan pentingnya tetap setia kepada Yesus Kristus dan berpegang teguh pada Injil di tengah perubahan zaman.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah iman, tetapi terus hidup dalam firman Tuhan, merenungkannya siang dan malam, serta mengambil bagian aktif dalam pekabaran Injil melalui doa, tenaga, dan dukungan.
Dalam pesannya, Pendeta Liwit Kogoya juga mengingatkan bahwa tanah yang kini ditempati adalah “tanah Injil”. Oleh karena itu, setiap lahan yang telah dipersembahkan untuk gereja harus dijaga dan dikembalikan sesuai peruntukannya, sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan dan para pendahulu iman.
Sejarah masuknya Injil di Lembah Toli turut dibacakan oleh Sekretaris Wilayah Toli, Pendeta Aten Yikwa menjelaskan bahwa Injil pertama kali dibawa oleh misionaris RBMU, Paul Gesswen bersama rekannya Widbin, yang tiba di Karubaga pada 14 April 1957.
Sejak saat itu, perjalanan Injil terus berlangsung hingga kini, membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, dari kehidupan tradisional menuju kehidupan yang dipenuhi nilai kasih, damai, dan pengharapan.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan warisan iman, Badan Pekerja Wilayah Toli secara resmi mendeklarasikan tanggal 14 April sebagai Hari Injil Masuk di Toli yang akan diperingati setiap tahun.
Dalam sambutannya, Bupati Tolikara Willem Wandik menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama 69 tahun perjalanan Injil di Toli.