“Dari beberapa peluang yang tercipta, kita gagal mengkonversi menjadi gol. Dan itu terus berulang di babak kedua. Lawan mencoba beberapa kali serangan balik dengan cepat. Tapi kita juga menciptakan banyak peluang, namun sekali lagi masih menemukan kebuntuan untuk bisa mencetak gol,” ucapnya. Kemenangan ini juga sebagai kado bagi umat kristiani yang merayakan Paskah.
“Tentu ini harus patut kita rayakan karena ini juga hadiah untuk pemain-pemain semua yang 98% mereka akan merayakan hari besar Paskah. Jadi selamat buat seluruh pemain dan masyarakat Papua,” pungkasnya.
Kemudian pelatih kepala Persiba, Leonard Tupamahu menyoroti kinerja wasit. Termasuk mengesahkan gol Boaz Solossa yang dinilai offside. “Terutama wasit VAR. Menurut saya aneh, wasit VAR Indonesia aneh menurut saya. Dan saya harap Indonesia bisa lebih baik lagi sepak bolanya, terutama wasitnya. Saya sebenarnya nggak mau komentar soal wasit, tapi ya itu sepak bola Indonesia,” ungkapnya.
Tapi ia juga memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh pemainnya sepanjang pertandingan. Ia menilai, anak asuhnya tampil sangat baik dengan menciptakan beberapa peluang emas. “Kita coba dominan dari lawan, dari Persipura. Kita tahu Persipura tim yang ada di papan atas, tapi saya sangat apresiasi penampilan anak-anak tadi, terutama di babak pertama kita coba ciptakan banyak peluang,“ ujarnya.
“Di babak kedua juga kita punya peluang-peluang bersih untuk membuat gol, tapi sayang kena tiang atau finishing yang masih kurang tajam menurut saya. Ya, balik lagi sepak bola, kalau kita tidak bisa membuat gol, menit terakhir lawan bisa buat gol. Ya, inilah sepak bola,” tutupnya. (eri/ade).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q