Monday, April 15, 2024
26.7 C
Jayapura

PASI Papua Selatan Mulai Gelar Latihan

Persiapkan Atlet Atletik Menuju Pra PON dan PON

MERAUKE-Dalam rangka mempersiapkan atlet menuju Pra PON dan PON XXI di Aceh-Medan tahun 2024 mendatang, Pengrov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Papua Selatan mulai menggelar latihan umum di Lapangan Mini Maro Merauke, Selasa (28/3).
Ketua Umum Pengprov PASI Papua Selatan Timotius Soka Ndiken mengungkapkan bahwa latihan umum ini akan berlangsung selama dua minggu.

‘’Mulai hari ini (kemarin, red) latihannya dengan program latihan umum. Latihan umum berkaitan dengan kondisi fisik atlet untuk menghadapi beban latihan selanjutnya. Tapi, untuk efektifnya akan dimulai Rabu sore. Kita akan mulai dengan program latihan umum untuk semua nomor atletik akan latihan secara bersama.

Karena berkaitan dengan latihan kondisi fisik maka akan berjalan selama 2 minggu dan akan dipandu pelatih secara bersama-sama,’’ terangnya saat ditemui memantau para atlet yang akan mengikuti latihan umum ini, Selasa (28/3).

Baca Juga :  Pelakunya Anak di bawah Umur, Kasus Pencurian Diselesaikan Secara Kekeluargaan 

Dikatakan, setelah latihan umum tersebut maka atlet yang akan kembali ke latihan nomor masing-masing dengan program latihan selanjutnya. ‘’Tapi juga masih berbaur dengan program umum. Tidak bisa langsung bergeser ke latihan spesialis. Tapi, dia akan menurun sampai ke latihan khusus atau spesialis,’’ jelas peraih medali emas lempar lembing pada SEA Games 1991 di Manila.

Timothius Ndiken menjelaskan bahwa pihaknya juga akan melakukan penjaringan atlet dengan melakukan telescoting keempat kabupaten di Papua Selatan. ‘’Telescoting yang akan kita lakukan karena alasan sebagai DOB, sehingga waktu kita dalam mempersiapkan atlet sangat singkat sehingga telescoting yang akan kita lakukan itu dengan mencari bibit atlet dengan batas usia 20 ke atas. Kalau dibawah 20 tahun, mungkin anak tersebut punya kelebihan. Tapi, kita sudah patok batas umur 20 tahun keatas terkait dengan beban latihan dan waktu yang singkat,’’ terangnya.

Baca Juga :  Jaringan Internet di Distrik dan Kampung Tetap Normal

‘’Untuk 1.500 meter mungkin. Tapi untuk naik lebih dari itu tidak. Tapi ini kan bahasa manusia kita. Tapi Tuhan memberikan talenta kepada setiap orang. Kalau nanti telescoting ke Kimaam maka kita bisa ketemu dengan pelari 5.000, 10.000 sampai marathon,’’ lanjutnya.

Lalu lari 100 gawang putra, lari 100 gawang putri, 400 gawang putra/putri, lari lompat jauh putra/putri, lompat tinggi putra putri. ‘’Juga lempar lembing putra putri, lempar cakram putra-putri, tolak peluru. Belum dasa lomba, sapta loma dan lari estafet. Lomba-lomba ini akan kita jadikan sasaran. Artinya kita maish optimis dinomor-nomor tersebut diwaktu singkat,’’ pungkasnya. (ulo/nat)

Persiapkan Atlet Atletik Menuju Pra PON dan PON

MERAUKE-Dalam rangka mempersiapkan atlet menuju Pra PON dan PON XXI di Aceh-Medan tahun 2024 mendatang, Pengrov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Papua Selatan mulai menggelar latihan umum di Lapangan Mini Maro Merauke, Selasa (28/3).
Ketua Umum Pengprov PASI Papua Selatan Timotius Soka Ndiken mengungkapkan bahwa latihan umum ini akan berlangsung selama dua minggu.

‘’Mulai hari ini (kemarin, red) latihannya dengan program latihan umum. Latihan umum berkaitan dengan kondisi fisik atlet untuk menghadapi beban latihan selanjutnya. Tapi, untuk efektifnya akan dimulai Rabu sore. Kita akan mulai dengan program latihan umum untuk semua nomor atletik akan latihan secara bersama.

Karena berkaitan dengan latihan kondisi fisik maka akan berjalan selama 2 minggu dan akan dipandu pelatih secara bersama-sama,’’ terangnya saat ditemui memantau para atlet yang akan mengikuti latihan umum ini, Selasa (28/3).

Baca Juga : 

Dikatakan, setelah latihan umum tersebut maka atlet yang akan kembali ke latihan nomor masing-masing dengan program latihan selanjutnya. ‘’Tapi juga masih berbaur dengan program umum. Tidak bisa langsung bergeser ke latihan spesialis. Tapi, dia akan menurun sampai ke latihan khusus atau spesialis,’’ jelas peraih medali emas lempar lembing pada SEA Games 1991 di Manila.

Timothius Ndiken menjelaskan bahwa pihaknya juga akan melakukan penjaringan atlet dengan melakukan telescoting keempat kabupaten di Papua Selatan. ‘’Telescoting yang akan kita lakukan karena alasan sebagai DOB, sehingga waktu kita dalam mempersiapkan atlet sangat singkat sehingga telescoting yang akan kita lakukan itu dengan mencari bibit atlet dengan batas usia 20 ke atas. Kalau dibawah 20 tahun, mungkin anak tersebut punya kelebihan. Tapi, kita sudah patok batas umur 20 tahun keatas terkait dengan beban latihan dan waktu yang singkat,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pelakunya Anak di bawah Umur, Kasus Pencurian Diselesaikan Secara Kekeluargaan 

‘’Untuk 1.500 meter mungkin. Tapi untuk naik lebih dari itu tidak. Tapi ini kan bahasa manusia kita. Tapi Tuhan memberikan talenta kepada setiap orang. Kalau nanti telescoting ke Kimaam maka kita bisa ketemu dengan pelari 5.000, 10.000 sampai marathon,’’ lanjutnya.

Lalu lari 100 gawang putra, lari 100 gawang putri, 400 gawang putra/putri, lari lompat jauh putra/putri, lompat tinggi putra putri. ‘’Juga lempar lembing putra putri, lempar cakram putra-putri, tolak peluru. Belum dasa lomba, sapta loma dan lari estafet. Lomba-lomba ini akan kita jadikan sasaran. Artinya kita maish optimis dinomor-nomor tersebut diwaktu singkat,’’ pungkasnya. (ulo/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya