Wednesday, March 25, 2026
30.7 C
Jayapura

Azarine Dance Competition Bakal Guncang Honda DBL Papua

JAYAPURA – Atmosfir Honda DLB With Kopi Good Day Papua mulai memanas. Puluhan tim dance akan saling unjuk kebolehan dalam Azarine DBL Dance Competition 2026 Papua. Semua sekolah mengusung misi besar best five dan juara. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Azarine DBL Dance Competition tahun ini mengusung tema yang lebih segar yakni “Shine Like a Star”.

PIC Honda DBL Papua, Dedy Marfianto dalam technical meeting (TM) menyampaikan beberapa regulasi mulai dari kostum, penjurian, musik yang digunakan serta hal teknis lainnya. Dedy berharap para peserta bisa memahami aturan dengan baik agar tidak terdiskualifikasi. Untuk penjurian, Dedy mengaku menggunakan juri dari dance profesional, juri tamu dan DBL Indonesia.

Baca Juga :  Maikel Kowo Absen Panjang

“Kriteria penilaian, eksplorasi tema 40% (konsep dan alur cerita yang diangkat), koreografi 40% (tingkat kesulitan, kekompakan, skill dance, dan power serta appearance 20% (kostum, properti, dan make up),” ungkap Dedy dalam technical meeting di Aula Graha Pena Papua, Minggu (25/1).

JAYAPURA – Atmosfir Honda DLB With Kopi Good Day Papua mulai memanas. Puluhan tim dance akan saling unjuk kebolehan dalam Azarine DBL Dance Competition 2026 Papua. Semua sekolah mengusung misi besar best five dan juara. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Azarine DBL Dance Competition tahun ini mengusung tema yang lebih segar yakni “Shine Like a Star”.

PIC Honda DBL Papua, Dedy Marfianto dalam technical meeting (TM) menyampaikan beberapa regulasi mulai dari kostum, penjurian, musik yang digunakan serta hal teknis lainnya. Dedy berharap para peserta bisa memahami aturan dengan baik agar tidak terdiskualifikasi. Untuk penjurian, Dedy mengaku menggunakan juri dari dance profesional, juri tamu dan DBL Indonesia.

Baca Juga :  Bahan Dibeli dari Pedagang Lokal, Porsi Kecil Rp 11.000, Porsi Besar Rp 15 Ribu

“Kriteria penilaian, eksplorasi tema 40% (konsep dan alur cerita yang diangkat), koreografi 40% (tingkat kesulitan, kekompakan, skill dance, dan power serta appearance 20% (kostum, properti, dan make up),” ungkap Dedy dalam technical meeting di Aula Graha Pena Papua, Minggu (25/1).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya