MERAUKE- Golden FC akhirnya keluar sebagai Juara Liga 4 Papua Selatan setelah dalam laga terakhir bermain imbang 1-1 dengan Persibodi Boven Digoel 1-1.
Hasil imbang ini cukup bagi Golden FC menjadi juara sekaligus mewakili Papua Selatan ke Liga 4 putaran nasional. Sedangkan Noterdam FC yang menjadi saingannya bermain imbang 1-1 melawan Persimap Mappi.
Golden FC dan Noterdam FC memiliki nilai yang sama. Namun Golden FC lebih ungggul karena berhasil memasukan 12 gol ke gawang lawan dan hanya kemasukan 6 gol. Sementara Noterdam FC memasukan 9 bola ke gawang lawan.
‘’Karena Golden FC berhasil memasukan 12 bola ke gawang lawan dan hanya kemasukan 6 sehingga yang menjadi champions adalah Golden FC,’’ kata Sekretaris Umum Asprov Papua Selatan Arnold Rudolf, S.STP membacakan pengumuman tersebut.
Golden FC sebagai juara tersebut sempat diprotes dari kubu Noterdam FC. Menurut kubu Noterdam FC, Golden FC tidak layak jadi juara karena memukul wasit saat pertandingan akhirnya tersebut. Namun Wakil Ketua Asprov Papua Selatan sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Viktorianus Ohoiwutun, bahwa pemukulan tersebut setelah pertandingan selesai.
‘’Atlet dari yang memukul itu tetap akan diberikan sanksi tapi bukan ke timnya karena pemukulan itu terjadi setelah pertandingan selesai,’’ katanya.
Pada kesempatan itu juga diberikan uang pembinaan Paulus Ricardo dari Golden FC sebagai stop skor yang berhasil mengoleksi 9 gol dan Yoseph Bivak Noterdam FC sebagai pemaian terbaik masing-masing Rp 2,5 juta.
MERAUKE- Golden FC akhirnya keluar sebagai Juara Liga 4 Papua Selatan setelah dalam laga terakhir bermain imbang 1-1 dengan Persibodi Boven Digoel 1-1.
Hasil imbang ini cukup bagi Golden FC menjadi juara sekaligus mewakili Papua Selatan ke Liga 4 putaran nasional. Sedangkan Noterdam FC yang menjadi saingannya bermain imbang 1-1 melawan Persimap Mappi.
Golden FC dan Noterdam FC memiliki nilai yang sama. Namun Golden FC lebih ungggul karena berhasil memasukan 12 gol ke gawang lawan dan hanya kemasukan 6 gol. Sementara Noterdam FC memasukan 9 bola ke gawang lawan.
‘’Karena Golden FC berhasil memasukan 12 bola ke gawang lawan dan hanya kemasukan 6 sehingga yang menjadi champions adalah Golden FC,’’ kata Sekretaris Umum Asprov Papua Selatan Arnold Rudolf, S.STP membacakan pengumuman tersebut.
Golden FC sebagai juara tersebut sempat diprotes dari kubu Noterdam FC. Menurut kubu Noterdam FC, Golden FC tidak layak jadi juara karena memukul wasit saat pertandingan akhirnya tersebut. Namun Wakil Ketua Asprov Papua Selatan sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Viktorianus Ohoiwutun, bahwa pemukulan tersebut setelah pertandingan selesai.
‘’Atlet dari yang memukul itu tetap akan diberikan sanksi tapi bukan ke timnya karena pemukulan itu terjadi setelah pertandingan selesai,’’ katanya.
Pada kesempatan itu juga diberikan uang pembinaan Paulus Ricardo dari Golden FC sebagai stop skor yang berhasil mengoleksi 9 gol dan Yoseph Bivak Noterdam FC sebagai pemaian terbaik masing-masing Rp 2,5 juta.