alexametrics
25.7 C
Jayapura
Wednesday, May 18, 2022

Futsal Sepakat Rumahkan Atlet

Daud Henry Arim ( FOTO: Erik / Cepos )

PON 2021 Papua

JAYAPURA – KONI Papua telah mengambil langkah dalam melindungi atletnya di tengah Pandemi Covid-19 dengan merumahkan para atlet untuk sementara waktu. Apalagi, pelaksanaan PON XX mundur hingga bulan Oktober 2021. Sehingga putusan untuk menunda TC sementara waktu adalah putusan yang tepat.

Tapi bukan berarti atlet di rumahkan KONI lantas lepas tangan. Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya telah menegaskan, bahwa meski atlet menjalani latihan mandiri dari rumah, KONI tetap memberikan hak-hak sebagai atlet KONI Papua yang dipersiapkan untuk PON XX 2021.

Menanggapi hal itu, kelapa pelatih Futsal PON Papua, Daud Henri Arim tak mempersoalkan putusan KONI tersebut. Menurutnya, putusan KONI tentu beralasan dengan keselamatan para atlet.

“Melihat apa yang di putuskan KONI agar atlit di rumahkan dan latihan mandiri di rumah, saya kira KONI sudah punya solusi yang terbaik buat cabor dan atlit ke depan,” ungkap Daud Arim kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (26/4).

Baca Juga :  Hari ini, Persipura Tiba di Jayapura

Mantan pemain Persipura Jayapura itu menuturkan, selama Pandemi Covid-19 tiba di Papua, program latihan mereka pun tak maksimal. Sehingga merumahkan atlet suatu kebijakan yang tepat.

“Kita juga melihat Covid-19 telah membuat seluruh cabor dan atlit latihan sudah tidak maksimal. Karena tadinya kita harus latihan pagi dan sore, tapi adanya covid-19 kita harus kurangi intensitas latihan dan jam latihan baik di pagi atau sore hari,” ujarnya.

“Ditambah lagi dengan ditundanya PON ke tahun 2021 akan akan membuat latihan kita tidak maksimal lagi, padahal seluruh cabor sudah masuk pada periodesasi khusus, latihan teknik, taktik, strategi dan ujicoba-ujicoba,” sambungnya.

Tapi Daud menyebutkan, bila atlet memang harus dirumahkan, ia berharap waktunya tak begitu lama. Sebab ia khawatir, bila atlet terlalu lama melakukan latihan mandiri akan berdampak pada penurunan performa secara drastis.

Baca Juga :  Kompetisi Belum Jelas, Liburkan Latihan Tim

“Kalau bisa dirumahkan atlit jangan terlalu lama sebab akan membuat kondisi fisik mereka menurun dari yang diharapkan, saya berharap covid-19 berakhir, agar seluruh cabor atau atlit sudah bisa masuk dalam TC penampungan lagi,” jelasnya.

Begitu juga dengan atlet daerah luar Kota Jayapura, KONI juga harus memiliki solusi. Pasalnya hingga saat ini akses bandara dan pelabuhan di Jayapura masih dibatasi.

“Apa pun yang KONI Papua dan Puslatprov KONI putuskan, kami dukung itu semua karena untuk kebaikan kita bersama. Semoga Tuhan menolong kita dalam mempersiapkan PON dan atlit kita lebih baik lagi,” tandasnya. (eri/gin).

Daud Henry Arim ( FOTO: Erik / Cepos )

PON 2021 Papua

JAYAPURA – KONI Papua telah mengambil langkah dalam melindungi atletnya di tengah Pandemi Covid-19 dengan merumahkan para atlet untuk sementara waktu. Apalagi, pelaksanaan PON XX mundur hingga bulan Oktober 2021. Sehingga putusan untuk menunda TC sementara waktu adalah putusan yang tepat.

Tapi bukan berarti atlet di rumahkan KONI lantas lepas tangan. Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya telah menegaskan, bahwa meski atlet menjalani latihan mandiri dari rumah, KONI tetap memberikan hak-hak sebagai atlet KONI Papua yang dipersiapkan untuk PON XX 2021.

Menanggapi hal itu, kelapa pelatih Futsal PON Papua, Daud Henri Arim tak mempersoalkan putusan KONI tersebut. Menurutnya, putusan KONI tentu beralasan dengan keselamatan para atlet.

“Melihat apa yang di putuskan KONI agar atlit di rumahkan dan latihan mandiri di rumah, saya kira KONI sudah punya solusi yang terbaik buat cabor dan atlit ke depan,” ungkap Daud Arim kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (26/4).

Baca Juga :  Usul Gunakan Aplikasi Sport Science dan Iptek

Mantan pemain Persipura Jayapura itu menuturkan, selama Pandemi Covid-19 tiba di Papua, program latihan mereka pun tak maksimal. Sehingga merumahkan atlet suatu kebijakan yang tepat.

“Kita juga melihat Covid-19 telah membuat seluruh cabor dan atlit latihan sudah tidak maksimal. Karena tadinya kita harus latihan pagi dan sore, tapi adanya covid-19 kita harus kurangi intensitas latihan dan jam latihan baik di pagi atau sore hari,” ujarnya.

“Ditambah lagi dengan ditundanya PON ke tahun 2021 akan akan membuat latihan kita tidak maksimal lagi, padahal seluruh cabor sudah masuk pada periodesasi khusus, latihan teknik, taktik, strategi dan ujicoba-ujicoba,” sambungnya.

Tapi Daud menyebutkan, bila atlet memang harus dirumahkan, ia berharap waktunya tak begitu lama. Sebab ia khawatir, bila atlet terlalu lama melakukan latihan mandiri akan berdampak pada penurunan performa secara drastis.

Baca Juga :  Tenis NPC Papua Optimis Raih 6 Medali Emas

“Kalau bisa dirumahkan atlit jangan terlalu lama sebab akan membuat kondisi fisik mereka menurun dari yang diharapkan, saya berharap covid-19 berakhir, agar seluruh cabor atau atlit sudah bisa masuk dalam TC penampungan lagi,” jelasnya.

Begitu juga dengan atlet daerah luar Kota Jayapura, KONI juga harus memiliki solusi. Pasalnya hingga saat ini akses bandara dan pelabuhan di Jayapura masih dibatasi.

“Apa pun yang KONI Papua dan Puslatprov KONI putuskan, kami dukung itu semua karena untuk kebaikan kita bersama. Semoga Tuhan menolong kita dalam mempersiapkan PON dan atlit kita lebih baik lagi,” tandasnya. (eri/gin).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/